Logo

Penertiban PKL di Kota Probolinggo Nyaris Bentrok

Sesama Anggota Satpol PP Nyaris Adu Jotos
Reporter:,Editor:

Minggu, 01 February 2026 09:00 UTC

Penertiban PKL di Kota Probolinggo Nyaris Bentrok

Anggota Satpol PP Kota dan Kabupaten Probolinggo nyaris adu jotos saat penertiban PKL, Minggu, 1 Februari 2026. Foto: Zulafif.

JATIMNET.COM, Probolinggo –  Penertiban pedagang kaki lima (PKL) di trotoar Jalah Ahmad Yani, Kota Probolinggo berlangsung tegang, Minggu, 1 Februari 2026.

Pemindahan salah satu lapak yang menjajajan es kemasan mendapat penolakan dari pihak PKL. Ternyata, lapak yang berada di sekitar Kantor Dinas Sosial Kota Probolinggo itu diketahui digunakan oleh istri salah seorang anggota Satpol PP Kabupaten Probolinggo untuk berjualan.

Saat penertiban berlangsung, oknum tersebut secara tegas melarang petugas Satpol PP memindah lapak. Perdebatan pun terjadi di lokasi kejadian. Hingga akhirnya, emosi kedua belah pihak tersulut dan nyaris berujung pada aksi adu jotos antarsesama aparat penegak peraturan daerah (perda).

BACA: Terkesan Tebang Pilih dalam Penertiban, PKL Probolinggo Geruduk Kantor Satpol PP

Kepala Bidang Ketenteraman dan Ketertiban Umum Satpol PP Kota Probolinggo, Angga Budi Pramudya menegaskan bahwa pihaknya hanya menjalankan tugas sesuai aturan yang berlaku.

‎‎“Petugas kami hanya memberikan imbauan agar PKL bergeser karena berjualan di trotoar tidak sesuai peruntukannya. Ini mengacu pada Perwali Nomor 44 tentang penggunaan Jalan Ahmad Yani,” ujar Angga.

Meski demikian, keributan tersebut terekam video warga dan dengan cepat menyebar di media sosial. Setelah video penertiban viral, kedua belah pihak akhirnya sepakat menyelesaikan persoalan secara damai.

‎‎Oknum Satpol PP Kabupaten Probolinggo yang diketahui bernama Lukman juga telah menyampaikan permintaan maaf atas tindakannya.

‎‎Peristiwa ini menjadi perbincangan hangat di media sosial, khususnya TikTok, dan menuai beragam komentar dari warganet.