Logo

Longsor di Bandung Barat Diduga Akibat Kerusakan Ekologis

Reporter:

Senin, 26 January 2026 02:00 UTC

Longsor di Bandung Barat Diduga Akibat Kerusakan Ekologis

Longsor besar di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Sabtu, 24 Januari 2026. Dok: Basarnas

JATIMNET.COM – Bencana longsor yang terjadi di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Bandung Barat, Jawa Barat (Jabar) mengakibatkan 113 jiwa terdampak. Beberapa di antaranya telah ditemukan dalam keadaan meninggal dunia.

Dampak lainnya, ratusan warga terpaksa mengungsi dan sejumlah permukiman warga rusak karena tertimbun longsor.

Insiden yang terjadi pada Sabtu dini hari, 24 Januari 2026 ini disorot oleh Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Jabar.

Direktur Eksekutif Walhi Jabar wahyudin Iwang menjelaskan bahwa longsor tersebut bukan bencana alam semata. Namun, diduga akibat kelalaian pemerintah dalam menjaga lingkugan dan mengendalikan alih fungsi lahan.

“Kerusakan ekologis yang dibiarkan, peringatan yang diabaikan dan lemahnya penegakan hukum telah merenggut nyawa warga,” ujarnya dalam keterangan tertulis dikutip Jatimnet.com, Senin, 26 Januari 2026.

BACA: Longsor di Bandung Barat, Baru 9 Korban Ditemukan dari 82 Orang Diduga Tertimbun 

Walhi turut menyampaikan belasungkawa atas insiden tersebut. “Sekaligus menuntut tanggung jawab negara. Keadilan ekologis harus ditegakkan agar tragedi serupa tidak terus berulang,” serunya.

Diberitakan sebelumnya, longsor besar di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua itu terjadi sekitar pukul 02.30 WIB. Puluhan rumah tertimbun longsor dan 82 orang dilaporkan masih hilang. Dari puluhan korban yang diduga tertimbun, baru sembilan orang yang ditemukan hingga Sabtu sore.

Salah satu warga yang selamat mengatakan longsor terjadi setelah hujan selama sehari semalam.

Setelah menerima laporan dari warga, Kepala Kantor SAR Bandung Ade Dian Permana langsung mengerahkan personel ke lokasi kejadian baik tim rescue ataupun tim keposkoan.