Logo

Wartawan Terkena Imbas Keributan dalam Penertiban PKL di Probolinggo

Reporter:,Editor:

Minggu, 01 February 2026 10:23 UTC

Wartawan Terkena Imbas Keributan dalam Penertiban PKL di Probolinggo

Keributan antara anggota Satpol PP Kabupaten Probolinggo dengan tim Satpol PP Kota Probolinggo saat penertiban PKL di Jalan A.Yani, Minggu, 1 Februari 2026. Foto: Zulalif

JATIMNET.COM, Probolinggo – Keributan dalam penertiban pedagang kaki lima (PKL) tak hanya melibatkan tim Satpol PP Kota Probolinggo dengan salah seorang anggota penegak perda Kabupaten Probolinggo, Minggu, 1 Februari 2026.

Tim Satpol PP Kota Probolinggo selaku pihak yang melakukan penertiban PKL di trotoar Jalan Ahmad Yani. Sementara, Lukman, salah seorang anggota Satpol PP Kabupaten Probolinggo merupakan pihak yang menolak penertiban.

Sebab, lapak yang dijadikan tempat berjualan es kemasan oleh istrinya hendak digeser tim Satpol PP Kota Probolinggo.

Dalam insiden ini, ketegangan antara Lukman dengan wartawan JTV, Farid Fahlevi sempat terjadi. Sebagai jurnalis televisi, Farid bermaksud mengabadikan momentum perseturan antara Lukman dengan tim Satpol PP Kota Probolinggo.

Namun, Farid mengaku sempat dihalang-halangi saat hendak mengambil gambar. Lukman dan istrinya juga meminta Farid menunjukkan kartu pers dari redaksinya.

BACA: Penertiban PKL di Kota Probolinggo Nyaris Bentrok

‎‎Beruntung, situasi kembali kondusif setelah oknum Satpol PP tersebut menyampaikan permintaan maaf melalui pesan WhatsApp. Farid pun menyatakan telah memaafkan tindakan tersebut.

‎‎Dikonfirmasi terpisah, Kasatpol PP Kabupaten Probolinggo Taufik Alami turut menyampaikan permohonan maaf kepada publik atas insiden tersebut. Ia memastikan, akan melakukan evaluasi internal terhadap anggotanya.

‎‎“Kami meminta maaf atas kejadian ini. Ke depan, koordinasi antara Satpol PP Kabupaten dan Kota Probolinggo akan diperkuat agar peristiwa serupa tidak terulang,” katanya.

‎‎Pemerintah Kabupaten Probolinggo juga akan memanggil oknum Satpol PP yang menolak penertiban PKL untuk pembinaan dan klarifikasi lebih lanjut.

‎‎Peristiwa ini pun menjadi perbincangan hangat di media sosial, khususnya TikTok, dan menuai beragam komentar dari warganet.