Kasus Sipoa, Kejati Jatim Tak Ajukan Kasasi

M. Khaesar Januar Utomo

Jumat, 24 Mei 2019 - 21:58

JATIMNET.COM, Surabaya - Kejaksaan tinggi (Kejati) Jatim tidak akan mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung atas putusan Pengadilan Tinggi terkait kasus penipuan dan penggelapan apartemen Royal Avatar World (RAW) oleh PT Sipoa grup.

"Tidak, kami tidak mengajukan kasasi," kata Kepala Kejati Jatim, Sunarta, Jumat 24 Mei 2019.

Sebelumnya, Pengadilan Tinggi Surabaya telah memutuskan tiga terdakwa kasus itu, Sukarno Candra, Budi Santoso, dan Aris Bhirawa dengan memvonis tujuh bulan penjara.

BACA JUGA: Divonis 7 Bulan Penjara, Tiga Bos PT Sipoa Bebas

Menurut Sunarta, alasannya karena putusan hakim PT hanya mengubah berat ringannya hukuman yang dijatuhkan terhadap terdakwa sehingga secara yuridis tidak bisa dijadikan alasan untuk mengajukan kasasi.

“Mengenai barang bukti dan lainnya tidak ada perubahan, kecuali ada hal prinsipil yuridisnya yang dianggap tidak puas baru kita bisa mengajukan kasasi,” ujar Sunarta.

Tidak ada upaya hukum lain membuat kasus yang dilaporkan puluhan korban Sipoa ini sudah berkekuatan hukum tetap (inkrah).

BACA JUGA: Kisah Jaksa Korban Sipoa

Selanjutnya, kata Sunarta, barang bukti (BB) dalam perkara ini harus segera dieksekusi oleh jaksa sesuai isi putusan hakim, yaitu mengembalikan seluruh BB dari siapa BB tersebut awalnya disita.

“Nanti, oleh pihak Sipoa dikembalikan ke konsumen atau bagaimana, prosesnya sudah di luar kewenangan kami selaku jaksa. Yang pasti kita bakal kembalikan BB ke para pihak di mana awal petugas menyita,”  tambah Sunarta.

Untuk diketahui, ketiga petinggi PT Sipoa grup tersebut telah dikeluarkan jaksa dari Rumah Tahanan (Rutan) Medaeng.

BACA JUGA: Korban Sipoa Tergiur Membeli Karena Foto Bupati Saiful Ilah

Mereka dibebaskan setelah divonis majelis hakim Pengadilan Tinggi Surabaya tujuh bulan penjara pada 8 Mei 2019. Ketiganya dibebaskan karena sudah melebihi dari masa penahanannya yang ditentukan.

Dalam sidang di Pengadilan Negeri Surabaya, Jumat 15 Februari 2019 Ketua Majelis Hakim Sifa'urosidin memvonis tiga terdakwa Sipoa dengan hukuman enam bulan penjara.

Vonis tersebut lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejati Jatim yang menuntut hukuman tiga tahun penjara.

BACA JUGA: Lokasi Proyek Sipoa Mangkrak, Pelanggan Ogah Banding

Kasus ini bermula dari laporan Syane Angely Tjiongan dengan nomor laporan LPB/1576/XII/2017/UM/JATIM. Mewakili 71 orang pembeli apartemen Royal Avatar World di Jalan Wisata Menanggal, Waru, Sidoarjo.

Laporan terkait dugaan penipuan jual beli apartemen Royal Afatar World. Penyebabnya, janji pihak developer yang akan menyelesaikan bangunan apartemennya pada 2017 ternyata tidak ditepati. Padahal, tahun itu juga dijadwalkan dilakukan serah terima unit apartemen.

Baca Juga

loading...