JATIMNET.COM, Surabaya - Sebagian besar korban investasi bodong Sipoa tertipu setelah terbuai dengan tawaran harga murah properti berupa rumah. Di antara korban bahkan ada yang terlanjur menyetor uang hingga ratusan juta rupiah.

Seorang korban yang berprofesi sebagai jaksa tak luput terkena tipu daya investasi itu. Korban yang tidak bersedia namanya diungkap di media ini mengaku tertarik membeli rumah lantaran melihat kondisi bangunan yang sudah ada di lokasi.

Terlebih, harga yang ditawarkan cukup murah yakni Rp 1,6 miliar. "Itu sudah dapat perabotan rumah juga. Jadi menurut saya itu sudah termasuk murah," ucapnya, Rabu 13 Maret 2019.

BACA JUGA: Korban Sipoa Tergiur Membeli Karena Foto Bupati Saiful Ilah

Ia mengaku sempat mengecek langsung lokasi rumah yang akan dibelinya itu. "Saat itu memang sudah ada yang mendiami rumah di sana dan saya percaya untuk membelinya," katanya.

Tidak hanya rumah murah plus perabotan lengkap saja, ia bahkan mendapat tawaran produk lainnya.

Namun, ia mengaku lengah karena tidak mengecek sertifikat bangunan di lokasi tempat perumahan Sipoa. "Ternyata lokasinya memang bermasalah, ini kesalahan saya," katanya.

BACA JUGA: Konsumen Sipoa tak Setuju Jaksa Ajukan Banding

Ia bahkan sudah menyetorkan uang sebesar Rp 700 juta. Namun yang baru terinput baru Rp 200 juta sehingga dirinya mendapatkan uang miliknya sebesar Rp 500 juta. "Jadi yang nyantol di sana cuma Rp 200 juta," bebernya.

Saat mengambil investasi Sipoa tersebut, korban berniat mengangsur sebesar Rp 13 juta perbulan selama delapan tahun. "Saat terjadi masalah itu, saya menghentikan pembayaran," ucapnya.

Meskipun menjadi korban, dirinya tidak pernah dipanggil di dalam persidangan. Ia menilai akan mengurus sendiri uang yang belum dikembalikan pihak Sipoa. "Saya berharap uang saya kembali saja, karena itu yang terpenting," ucapnya.