Tips Belanja Daring Hindari Penipuan Barang

Khoirotul Lathifiyah

Selasa, 28 Mei 2019 - 12:32

JATIMNET.COM, Surabaya – Belanja online sudah banyak diminati masyarakat umum. Hanya duduk santai dan masuk ke aplikasi e-commerce, sudah bisa memilih berbagai produk yang akan dibeli.

Belanja online, pastinya ada tantangan. Penipuan, barang palsu, barang tidak sesuai dan kekhawatiran lain kerap menghantui jika dibandingkan dengan belanja di toko konvensional.

Sejumlah masyarakat memiliki tips dan trik untuk menghilangkan kekhawatiran saat belanja di marketplace. Hanim Masrukhin (22) mengaku lebih suka belanja online ketimbang pergi ke mall. Dia bisa memangkas waktu, biaya, dan tenaga untuk keliling toko maupun mall.

“Momen Lebaran seperti ini semua pusat perbelanjaan pasti ramai pembeli. Lebih baik belanja online,” kata Hanim kepada Jatimnet.com, Selasa 28 Mei 2019. Hampir semua barang dibelinya, baik pakaian, kosmetik, sepatu dan barang kebutuhan lainnya.

BACA JUGA: Jelang Lebaran, Polisi Imbau Hati-hati Transaksi di Toko Online

Belanja online, lanjut Hanim, tantangan terbesarnya adalah harus bisa menghindari penipuan dan mendapatkan barang yang sesuai. Oleh karena itu, ia selalu membaca review toko, produk, dan juga review barang yang akan dibeli.

“Selain itu harus teliti. Saya suka follow selebgram. Nah dari yang dia (selebgram) endorse itulah, saya follow in, lalu melihat testimoninya,” kata dia.

Ia mengaku hingga saat ini tidak pernah tertipu maupun mendapatkan barang yang tidak sesuai. Hal ini karena dia tidak membeli langsung barang yang diinginkan, tapi memantau beberapa hari toko olshop (online shop). Dan langsung memesan jika sudah tidak ada keraguan maupun kekhawatiran.

Selain lebih mudah, olshop juga sering memberikan diskon dan harga yang lebih murah ketimbang di toko maupun mall. Ini yang menjadi daya tarik dan rela menunggu barang belanjaan selama kurang lebih satu minggu.

Foto: Ilustrasi

“Ongkirnya (ongkos kirim), bisa diakali dengan belanja bareng teman atau belanja lebih banyak, agar lebih murah,” kata dia.

Tidak jarang beberapa momen atau olshop tertentu memberikan layanan gratis ongkir untuk beberapa wilayah. Hal itu menjadi nilai plus baginya. Terkahir, Hanim tertarik belanja online karena pelayanan admin olshopnya.

“Menurutku pelayan is number one, soalnya kan online ya. Jadi itu bisa jadi pertimbangan. Kalau adminnya cuek gimana mau repeat order,” kata dia.

BACA JUGA: Sudah Transfer Uang, Baju untuk Lebaran Tak Kunjung Datang

Mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) Laily Agustin (23) menganjurkan dalam berbelanja online jangan mudah tergiur harga murah. Tapi bandingkan dan lihat review penjual maupun produknya.

“Misal ada 10 feedback, tapi lima yang memberi penilaian negatif, ya saya urungkan dan mencari barang lain,” kata dia. Membaca review pelanggan lain sangat diperlukan. Hal ini untuk meyakinkan barang yang akan dibeli harus sesuai keinginan.

Laily mengungkapkan, setelah melakukan transaksi online, pelanggan harus mengetahui dengan jelas jasa pengiriman yang digunakan. Setelah membayar, pelanggan harus meminta nomor resi pengiriman barang.

BACA JUGA: Pembatasan Fitur WhatsApp Pengaruhi Transaksi Penjual Daring

“Nah dari sini kita bisa pantau proses pengiriman, jadi resi pengiriman itu penting,” kata Laily.

Astrid Dian Mawarni (24) memiliki pengalaman lain dalam memanfaatkan marketplace. Karyawan swasta ini bukan sekadar belanja. Dia kerap membayar berbagai tagihan, seperti listrik, telpon, dan internet.

“Lebih praktis, murah, cepat, dan kadang-kadang dapat cashback. Terpenting tidak keluar rumah dan tidak perlu antre,” ungkapnya. Dia mengaku sejauh ini tidak pernah ditipu memanfaatkan pembayaran daring.

Baca Juga

loading...