Minggu, 11 January 2026 04:00 UTC

Suasana perlombaan memancing dalan rangka memperingati hari jadi Mbah Gaul Fishing di Pemancingan Afika Kawasan Gunung Anyar Surabaya, Minggu, 11 Januari 2026. Foto: Januar
JATIMNET.COM, Surabaya – Para pemancing nampak memenuhi kolam ikan yang berlokasi di wilayah Gunung Anyar, Kota Surabaya, sejak Minggu pagi, 11 Januari 2026. Mereka yang mayoritas laki-laki duduk berjejer di bibir sisi kanan maupun kiri kolam pemancingan”Afika”.
Deretan joran berada di depan para pemancing. Hampir bergantian, joran itu diangkat. Lantas, mata kail yang telah diisi umpan. Setelah panitia menghitung mundur sebagai tanda dimulainya perlombaan, kail itu dilempar ke kolam dengan diiringi harapan dan doa agar disantap ikan.
Bagi warga awam, aktivitas tersebut terlihat membosankan. Namun, bagi pemancing terasa istimewa. Apalagi, bertepatan dengan perayaan ulang tahun ke-2 Komunitas Mbah Gaul Fishing.
Bukan sekadar lomba memancing, kegiatan ini menjadi ajang temu kangen dan silaturahmi para pemancing dari berbagai daerah. Sebanyak 168 peserta dari Surabaya, Gresik, hingga sidoarjo hadir memeriahkan acara. Karena alasan itu, sebagian di antara mereka harus rela berangkat sejak pagi buta demi ikut merasakan atmosfer kebersamaan di lomba tahunan ini.
BACA: Minimalisasi Dampak Gawai, Orang Tua Ajak Anak Berlibur ke Kolam Pemancingan Ikan
Ketua Pelaksana Mbah Gaul Fishing, Sutrisno menyebut peringatan dua tahun komunitas ini sengaja dikemas sederhana namun penuh makna. Menurutnya, memancing bukan hanya soal siapa yang mendapat ikan terbesar, tetapi juga soal kebersamaan.
“Yang kami cari bukan cuma juara, tapi silaturahmi. Di sini semua berkumpul, saling kenal, saling sapa, dan menikmati hobi yang sama,” tutur Sutrisno sambil sesekali menyapa peserta.
Lomba semakin seru dengan disediakannya hadiah berupa uang tunai yang jumlah totalnya mencapai puluhan juta rupiah. Namun di balik persaingan, suasana tetap cair. Tawa pecah ketika ada peserta yang gagal strike, sorak sorai terdengar saat ikan besar berhasil diangkat dari kolam.
Sejak lomba dimulai, strike demi strike terjadi. Beberapa pemancing terlihat fokus menatap ujung joran. Sementara, lainnya santai berbincang sembari menunggu umpan disambar ikan. Terik matahari siang hari tak menyurutkan semangat mereka untuk bertahan hingga akhir lomba. Harapannya, mendapatkan ikan dengan bobot terberat.
BACA: Mancing Gratis Rayakan HUT RI Berujung Maut, Begini Ceritanya
Bagi sebagian peserta, lomba ini bukan hanya soal hadiah. Kebersamaan, cerita, dan pengalaman memancing bersama komunitas menjadi hal yang lebih berharga. Tak sedikit yang mengabadikan momen dengan ponsel, menandai perayaan sederhana yang penuh kehangatan.
Dua tahun perjalanan Komunitas Mbah Gaul Fishing menjadi bukti bahwa hobi memancing mampu menyatukan banyak orang dari latar belakang dan daerah yang berbeda.
Panitia berharap, kebersamaan ini terus terjaga dan lomba mancing Mbah Gaul Fishing dapat terus digelar di tahun-tahun mendatan, dengan semangat yang tetap sama, yakni, guyub, santai, dan penuh persaudaraan.
