Tingkat Pendidikan Masyarakat Jatim Rata-rata hingga SMP Kelas Dua

Baehaqi Almutoif

Jumat, 5 April 2019 - 17:49

JATIMNET.COM, Surabaya - Rata-rata lama belajar masyarakat Jawa Timur hanya 7,39 tahun, atau setara jenjang SMP kelas dua semester satu. Hitungan itu menempatkan indeks pembangunan manusia Jawa Timur di peringkat 15 dari 32 provinsi.

"Ternyata ketemu kenapa peringkat indeks pembangunan manusia Jatim di posisi 15, dan terendah di Jawa, ternyata rata-rata lama sekolah masih rendah," ujar Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di Gedung Negara Grahadi, Jumat 5 April 2019.

Hasil identifikasi Khofifah, mereka yang hanya lulusan SMP tidak selalu dari keluarga miskin. Data Dinas Kesehatan Jawa Timur yang disampaikan gubernur kelahiran Surabaya itu menyebutkan, jemaah haji dari Jatim 64 persen lulusan SMP dan SD. Ini membuktikan bahwa sebenarnya lulusan SMP dari keluarga tidak mampu.

BACA JUGA: Khofifah Imbau Para Pejabat Puasa Selama UNBK Berlangsung

Karenanya, pemprov berniat menggenjot kejar paket C. Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) digandeng agar pekerja lulusan SMP didorong ikut paket C. Pemilik perusahaan nantinya mau turut mendorong menyelesaikan jenjang pendidikannya.

"Kejar paket C ini kan tugas kabupaten/kota. kita tidak pada posisi oh itu tugasnya kabupaten kota, tapi kita ingin membangun satu kesepahaman pentingnya kita mengintervensi mereka," ungkapnya.

Dengan begitu diharapkan lulusan SMP yang masih masuk usia produktif secara pendidikan lebih baik lagi. Imbasnya indeks pembangunan manusia Jawa Timur tidak lagi berada di urutan paling bawah se-Jawa. Tak kalah dari Jawa Barat, Jawa Tengah maupun DIY.

BACA JUGA: Pesan Khofifah Saat Doa Bersama Jelang UNBK

Khofifah saat ini tengah menyusun skema bantuan keuangan agar kejar paket C bisa didorong. Meski kewenangannya kabupaten/kota, setidaknya ada suntikan dana yang meringankan pemerintah daerah. "Karena ini akan jadi target kenaikan IPM, ya harus ada," tuturnya.

Tinggal setelah itu memberikan pemahaman kepada lulusan SMP usia 25 sampai 44 tahun. Usia produktif seperti mereka masih perlu ditingkatkan kualitas pendidikannya.

Baca Juga

loading...