Logo

Prof Amal Fathullah, Satu Pimpinan Pondok Modern Gontor Wafat

Reporter:,Editor:

Sabtu, 03 January 2026 13:30 UTC

Prof Amal Fathullah, Satu Pimpinan Pondok Modern Gontor Wafat

Ucapan belasungkawa atas wafatnya satu pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor Prof Amal Fathullah Zarkasyi, Sabtu, 3 Januari 2026.Foto Humas PMDG

JATIMNET.COM, Ponorogo – Prof Dr KH Amal Fathullah Zarkasyi, salah satu pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) wafat di RSUD dr Moewardi, Solo, Jawa Tengah Sabtu, 3 Januari 2026 pada pukul 12.14 WIB.

Kepergian almarhum yang merupakan bagian dari Tri Murti Pimpinan PMDG ini meninggalkan duka mendalam bagi dunia pendidikan pesantren di Indonesia.

Semasa hidup, Amal Fatullah dikenal sebagai salah satu tokoh yang konsisten mendorong pesantren agar mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman, tanpa kehilangan jati diri.

Salah satu gagasan besarnya adalah memperkuat peran pesantren melalui pengembangan pendidikan tinggi berbasis pondok.

Rektor Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor Prof Dr KH Hamid Fahmy Zarkasyi menyampaikan bahwa almarhum memiliki pandangan jauh ke depan terkait kebutuhan sumber daya manusia (SDM) bangsa.

Menurutnya, pesantren tidak cukup hanya bergerak di pendidikan dasar dan menengah, tetapi juga harus hadir di level perguruan tinggi.

“Beliau melihat bahwa pesantren harus ikut menyiapkan SDM unggul melalui universitas, karena tantangan bangsa ke depan membutuhkan lulusan yang kuat secara keilmuan dan karakter,” ungkap Hamid.

Suasana rumah duka didatangi ribuan pelayan mulai dari santri, masyarakat, dan juga para tokoh ulama.Foto: Satria

Perjuangan tersebut tidak berhenti pada tataran internal pondok. Almarhum turut berperan dalam proses pengakuan negara terhadap sistem pendidikan pesantren, yang kemudian melahirkan regulasi yang mengakui pesantren Salafiyah dan Ashriyah.

Dengan pengakuan itu, pesantren memperoleh ruang lebih luas dalam mengelola pendidikan tanpa harus selalu mengikuti sistem ujian negara.

Selain di dalam negeri, kiprah Amal Fathullah juga tercatat hingga tingkat internasional. Ia aktif membangun jejaring kerja sama pendidikan lintas negara, dari Asia Tenggara, Timur Tengah, hingga Eropa. Almarhum juga terlibat dalam berbagai forum ulama dan pendidikan dunia.

Kepergian almarhum meninggalkan warisan besar berupa sistem, pemikiran, dan jaringan pendidikan yang kini terus dikembangkan.

“Kami kehilangan sosok pemimpin dan pemikir besar. Semoga seluruh amal perjuangan beliau menjadi pahala di sisi Allah SWT,” pungkas Hamid.

Saat ini jenazah disemayamkan di rumah keprabon yang ada di lingkungan PMDG, sedianya jenazah akan disalatkan di oleh para santri di masjid jami’ pondok dan akan dikebumikan dipemakaman keluarga yang berada di dalam lingkungan pondok.