Selasa, 17 February 2026 05:00 UTC

Peserta workshop "AI Tools for Journalists" saat mengikuti pelatihan yang berlangsung di Pontianak, Kalimantan Barat akhir pekan lalu. Foto: Suara.com
JATIMNET.COM, Pontianak – Rangkaian pelatihan atau workshop "AI Tools for Journalists" berakhir di Kota Pontianak, Kalimantan Barat pada Kamis hingga Jumat (12-13 Februari 2026).
Pelatihan yang dikelola oleh Suara.com dan Local Media Community (LMC) yang didukung Google News Initiative (GNI) ini berlangsung di Hotel Ibis Pontianak City Center.
Sebanyak 30 peserta mengikuti rangkaian workshop keenam atau terakhir ini. Mereka menerima ilmu baru tentang artificial intelligence (AI) atu akal imitasi yang membantu kinerja jurnalis. Pengalaman baru itu diharapkan disebarluaskan oleh peserta ke newsroom masing-masing.
Pemimpin Redaksi Suara.com Suwarjono, yang hadir langsung dalam pelaksanaan sesi workshop di Pontianak menekankan pentingnya pelaksanaan pelatihan ini.
Menurutnya, jurnalis harus beradaptasi dengan teknologi akal imitasi agar karyanya tetap dibaca dan berdampak dalam kehidupan bermasyarakat.
"Kita selalu mengagungkan kualitas, quality content. Tapi jika (konten itu) tidak terdistribusi dengan baik, tidak akan banyak dibaca khalayak, dan jadinya kurang berdampak. Itu jadinya (karya kita itu) nggak akan ke mana-mana," ungkap Suwarjono di hadapan 30 peserta workshop.
Menurutnya, para jurnalis yang belajar AI dapat dipastikan akan jauh lebih berkembang dibanding yang tidak belajar.
"Karena sangat bahaya kalau jurnalisme itu tidak adaptif, justru nanti jurnalis dan karyanya akan ditinggalkan oleh teknologi," tambahnya.
"Apalagi AI ini terus berkembang dengan pesat. Bulan depan akan ada (sesuatu) yang baru, lalu kemudian ada lagi yang baru, begitu seterusnya. Di sini makanya kita perlu belajar; di mana saat kita bekerja kita perlu memanfaatkan berbagai potensi bantuan atau tools yang ada," ujar Suwarjono.
Sementara itu, dua trainer dalam workshop di Pontianak sengaja mengenalkan dan berbagi tips penggunaan tools, seperti Google Trend.
Kemudian, tentang ragam alat untuk verifikasi (Reverse Image Search, Google Lens, SynthID, Google Maps, Google Advanced Search, Fact Check Explorer). Selain itu, penggunaan Gemini dan fitur-fiturnya; hingga pemanfaatan Pinpoint dan NotebookLM.
Dalam workshop yang berlangsung sekitar 13 jam, peserta tidak saja menyimak paparan atau penjelasan yang disampaikan oleh kedua trainer.
Mereka juga berdiskusi tentang hal-hal yang terkait dengan materi yang ada. Selain itu, juga mempraktikkan langsung materi yang telah mereka pelajari secara berkelompok.
Mulai dari melakukan riset hingga merancang dan memproduksi konten-konten dengan bantuan tools AI yang ada.
Salah seorang peserta, Maria dari Suara Kalbar, mengaku ada banyak hal baru yang didapatnya dari workshop ini. Hal ini tentang menarik data jurnalistik untuk dibuat menjadi produk infografis, video atau podcast, kuis, dan game interaktif. “Ini tentu menarik sekali,” unakgnya.
Aceng Mukaram, CEO dan Pemimpin Redaksi Inidata.id serta BorneoReview.co turut menyampaikan pesannya usai mengikuti workshop tersebut. Menurutnya, kegiatan ini memberikan ilmu baru tentang turunan produk jurnalistik di saat artikel semakin minim dibaca oleh khalayak.
Riska Nanda, peserta lainnya yang datang jauh-jauh dari Sintang, juga mengaku bersyukur berkesempatan ikut dalam pelatihan ini. "Bermanfaat banget. Jujur, workshop ini adalah yang pertama kali saya ikuti terkait tools AI," ucap jurnalis Pontianak Post itu.
Sebelumnya, rangkaian workshop telah digelar di Bandung pada akhir Desember 2025. Kemudian, berlanjut ke Yogyakarta dan Surabaya pada Januari 2026.
Lalu, memasuki bulan Februari, workshop juga digelar di Makassar dan Palembang, sebelum akhirnya diadakan di Pontianak, Kalimantan Barat. Rata-rata diikuti hampir 30 peserta di tiap kota pelaksanaan.
