Sabtu, 07 February 2026 01:30 UTC

Mensos RI Syaifullah Yusuf bersama Bupati dan Wakil Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky, Joko Sarowono beserta siswa sekolah rakyat Tuban saat konfrensi pers Jumat 6 Februari 2026. Foto: Zidni Ilman
JATIMNET.COM, Tuban – Pemerintah Kabupaten Tuban mulai merealisasikan pembangunan Sekolah Rakyat dengan nilai anggaran lebih dari Rp50 miliar. Proyek strategis di sektor pendidikan ini merupakan bagian dari program nasional pemerintah pusat yang ditujukan untuk memperluas akses pendidikan bagi masyarakat.
Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky menyatakan bahwa pembangunan Sekolah Rakyat merupakan amanah langsung dari Presiden Republik Indonesia yang disampaikan melalui Menteri Sosial. Saat ini, pekerjaan fisik telah dimulai di atas lahan seluas sekitar 5 hingga 7 hektare yang berlokasi di Kelurahan Mondokan, Kecamatan Tuban.
Menurut Lindra—sapaan akrab Bupati Tuban—proyek tersebut menjadi bentuk kepercayaan pemerintah pusat kepada daerah. Ia menegaskan bahwa proses pembangunan sudah memasuki tahap awal dan akan terus dikawal agar berjalan sesuai rencana.
“Alhamdulillah Kabupaten Tuban mendapatkan kepercayaan dari Bapak Menteri Sosial yang ditugaskan langsung oleh Bapak Presiden. Hari ini sudah mulai proses pembangunan Sekolah Rakyat,” ujar Lindra saat konferensi pers bersama Mensos Syaifullah Yusuf di Pendopo Krida Manunggal Tuban, Jumat sore 6 Februari 2026.
Ia menjelaskan, saat ini tahapan pekerjaan masih berupa pengurukan dan pematangan lahan. Sekolah Rakyat tersebut dirancang untuk menampung sekitar seribu peserta didik dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).
“Insyaallah di situ akan menampung kurang lebih seribu siswa dari SD, SMP sampai SMA,” imbuhnya.
Terkait pendanaan, Lindra memastikan bahwa nilai anggaran pembangunan berada di atas Rp50 miliar. Seluruh proses lelang proyek telah diselesaikan oleh kementerian terkait, sementara Pemerintah Kabupaten Tuban berperan dalam penyediaan lahan sebagai bentuk dukungan daerah.
“Anggarannya di atas Rp50 miliar lebih, dan untuk lelang semuanya sudah selesai oleh kementerian. Kami hanya menyiapkan lahannya, dan insyaallah semuanya berjalan sesuai arahan,” jelasnya.
Lindra menargetkan pembangunan Sekolah Rakyat tersebut dapat diselesaikan pada akhir tahun 2026. Setelah itu, sekolah diharapkan siap menjalankan kegiatan belajar-mengajar secara penuh.
Ia optimistis, sesuai arahan pemerintah pusat, Sekolah Rakyat di Kabupaten Tuban sudah bisa mulai beroperasi pada tahun 2027 dan memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kualitas pendidikan masyarakat.
“Targetnya akhir 2026 selesai, dan insyaallah tahun 2027 sudah bisa beroperasi,” pungkasnya.
