Logo

Mahasiswa Manajemen Dakwah IAINU Tuban Launching Perpustakaan Masjid dengan 500 Buku

Reporter:,Editor:

Sabtu, 07 February 2026 02:00 UTC

Mahasiswa Manajemen Dakwah IAINU Tuban Launching Perpustakaan Masjid dengan 500 Buku

Launching Perpustakaan Masjid di Masjid Mambaul Huda, Desa Bektiharjo, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban Kamis malam 5 Februari 2026 oleh mahasiswa Program Studi Manajemen Dakwah Institut Agama Islam Nahdlatul Ulama (IAINU) Tuban. Foto: IAINU Tuba

JATIMNET.COM, Tuban – Mahasiswa Program Studi Manajemen Dakwah Institut Agama Islam Nahdlatul Ulama (IAINU) Tuban menghadirkan inovasi penguatan literasi keislaman berbasis masjid dengan meresmikan Perpustakaan Masjid di Masjid Mambaul Huda, Desa Bektiharjo, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban, Kamis malam, 5 Februari 2026.

Perpustakaan masjid tersebut menyediakan sekitar 500 eksemplar buku yang memuat tema keislaman dan pengetahuan umum dengan nilai total mencapai kurang lebih Rp25 juta. Ratusan buku tersebut didistribusikan ke dua lokasi, dengan Masjid Mambaul Huda sebagai salah satu pusat utama kegiatan keagamaan dan pembinaan umat.

Peluncuran perpustakaan masjid ini menjadi bagian dari upaya mendekatkan akses bacaan berkualitas kepada masyarakat, sekaligus mengoptimalkan fungsi masjid tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga pusat literasi dan edukasi umat.

Kegiatan tersebut merupakan implementasi dari mata kuliah Manajemen Masjid, Majelis Ta’lim, dan Islamic Center yang diampu oleh Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Kemahasiswaan IAINU Tuban, Jamal Ghofir.

BACA: Angka Pernikahan Dini Tuban Masih Tinggi, Akademisi Singgung Program Pemerintah Jangan Hanya Formalitas

Jamal Ghofir menjelaskan bahwa gagasan pendirian perpustakaan masjid sebenarnya telah lama masuk dalam perencanaan pembelajaran, namun baru dapat direalisasikan pada tahun ini.

“Program ini sudah lama menjadi bagian dari mata kuliah, namun tahun-tahun sebelumnya baru sebatas kegiatan peringatan hari besar Islam di beberapa masjid. Tahun ini kami wujudkan melalui kegiatan Selapanan menyongsong Bulan Suci Ramadan sekaligus launching Perpustakaan Masjid,” ujarnya kepada jatimnet.com, Jumat malam, 7 Februari 2026.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Pelaksana kegiatan, M. Rifqi, menuturkan bahwa pendirian perpustakaan masjid menjadi sarana pembelajaran langsung bagi mahasiswa untuk berinteraksi dengan masyarakat. Melalui kegiatan ini, mahasiswa dilatih menjalin komunikasi dengan pengurus masjid, tokoh masyarakat, hingga jamaah agar seluruh rangkaian program dapat berjalan optimal.

“Kegiatan ini menjadi praktik lapangan bagi kami, mulai dari perencanaan, komunikasi dengan pemangku kepentingan, hingga teknis pelaksanaan di lapangan,” kata Rifqi.

Keberhasilan pendirian perpustakaan masjid tersebut juga didukung oleh partisipasi dua penerbit asal Yogyakarta, yakni Penerbit Lingkar Media dan Semesta Hikmah, yang turut menyumbangkan koleksi buku.

Perwakilan Penerbit Lingkar Media, Zia’ul Haq, menyampaikan bahwa peran penerbit tidak hanya sebatas mencetak buku, tetapi juga berkontribusi dalam pengembangan peradaban dan perluasan wawasan keilmuan umat.

BACA: IAINU Tuban Galang Donasi untuk Korban Banjir Sumatra

"Keberadaan perpustakaan masjid akan membawa dampak positif bagi generasi penerus dalam memperluas pengetahuan dan literasi," tuturnya.

Sementara itu, Ketua Ta’mir Masjid Mambaul Huda, KH. Ulin Nuha, menyambut positif inisiatif para mahasiswa. Ia menilai keberadaan perpustakaan masjid sangat membantu proses pembinaan santri dan jamaah.

“Setelah mengaji, santri bisa melanjutkan dengan membaca buku. Ini sangat membantu kami dalam menambah wawasan pengetahuan mereka,” tandasnya.

Panitia kegiatan menegaskan bahwa program pendirian perpustakaan masjid diprioritaskan untuk masjid yang memiliki Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) atau Madrasah Diniyah (Madin). Dengan demikian, waktu anak-anak dan remaja dapat dimanfaatkan secara lebih produktif untuk mengaji sekaligus meningkatkan budaya membaca.