Logo
Razia Pelajar Bolos

Tak Langsung Dipulangkan, Pelajar Bolos di Mojokerto Jalani Pembinaan Sosial

Reporter:,Editor:

Kamis, 05 February 2026 02:00 UTC

Tak Langsung Dipulangkan, Pelajar Bolos di Mojokerto Jalani Pembinaan Sosial

Petugas Satpol PP saat merazia para siswa yang asyik nongkrong. Foto: Satpol PP Pemkab Mojokerto

JATIMNET.COM, Mojokerto – Puluhan pelajar yang terjaring operasi Satpol PP Kabupaten Mojokerto karena bolos sekolah tidak langsung dipulangkan ke rumah masing-masing. Mereka terlebih dahulu menjalani proses pembinaan di UPT Pesanggrahan PMKS Majapahit sebagai bagian dari upaya pembentukan karakter dan disiplin siswa.

Sebanyak 27 pelajar yang sebelumnya ditemukan berada di warung dan warung kopi saat jam pelajaran berlangsung, menjalani pendataan dan asesmen oleh petugas Satpol PP bersama instansi terkait. Proses tersebut dilakukan untuk mengetahui latar belakang serta tingkat pelanggaran yang dilakukan masing-masing siswa.

Kepala Bidang Penindakan dan Penegakan Satpol PP Kabupaten Mojokerto, Zainul Hasan, mengatakan pembinaan menjadi tahapan penting agar pelajar memahami konsekuensi dari tindakan yang mereka lakukan.

“Kami tidak hanya menertibkan, tetapi juga memberikan pembinaan agar para pelajar memahami pentingnya disiplin dan tanggung jawab sebagai siswa. Ini bagian dari upaya pembentukan karakter,” kata Zainul.

BACA: Puluhan Pelajar Mojokerto Kedapatan Nongkrong di Warung Saat Jam Sekolah

Hasil asesmen menunjukkan para pelajar berasal dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari SMP hingga SMA/SMK, baik negeri maupun swasta di wilayah Kabupaten Mojokerto. Selama menjalani pembinaan, mereka dilibatkan dalam kegiatan sosial yang bersifat edukatif.

Para pelajar diarahkan mengikuti aktivitas di lingkungan panti lansia, seperti membersihkan kamar, membantu memandikan dan menyuapi lansia, serta kegiatan sosial lain dengan pendampingan petugas UPT. Kegiatan tersebut dimaksudkan untuk menumbuhkan empati, tanggung jawab, dan kepedulian sosial.

Dalam proses pembinaan, Satpol PP juga menghadirkan perwakilan sekolah serta orang tua atau wali murid. Kehadiran mereka bertujuan agar proses edukasi berjalan terbuka dan menjadi pembelajaran bersama antara siswa, keluarga, dan pihak sekolah.

Setelah seluruh rangkaian kegiatan selesai, para pelajar dikembalikan kepada pihak sekolah atau keluarga masing-masing melalui berita acara serah terima. Satpol PP menegaskan, kegiatan serupa akan terus dilakukan secara berkala sebagai langkah preventif.

BACA: Wartawan Terkena Imbas Keributan dalam Penertiban PKL di Probolinggo

“Kami berharap ada peran aktif dari sekolah, orang tua, dan masyarakat agar pengawasan terhadap pelajar bisa berjalan bersama-sama,” pungkas Zainul.

Melalui pendekatan penertiban yang disertai pembinaan, Satpol PP Kabupaten Mojokerto berharap pelanggaran disiplin pelajar dapat ditekan, sekaligus menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih tertib dan kondusif.