Rabu, 28 January 2026 03:00 UTC

Suasana ramah tamah saat kunjungan langsung mahasiswa Universiti Malaya, Kuala Lumpur, Malaysia yang ditemui langsung oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Rabu, 28 Januari 2026. Foto: Januar.
JATIMNET.COM, Surabaya – Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) terus berusaha meningkatkan pembangunan sumber daya manusia (SDM) berkelanjutan.
Salah satu langkah yang dijalankan adalah membuka peluang kolaborasi antara perguruan tinggi dengan komunitas internasional, termasuk Universiti Malaya.
Gubernur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan hal itu saat menerima kunjungan kehormatan Universiti Malaya, Kuala Lumpur, Malaysia, dalam rangka Lawatan Kunjung Hormat Universiti Malaya Program Outbound Malang Intellectual Journey di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Rabu, 28 Januari 2026.
"Saya berharap, kunjungan ini dapat memberikan pengalaman yang berkesan, memperluas wawasan, serta menjadi awal dari kerja sama yang semakin erat, produktif, dan berkesinambungan antara Jawa Timur dan Malaysia," jelasnya.
BACA: Menuju Indonesia Emas, Jatim dan Singapura Pererat Kolaborasi di Bidang Pendidikan
Khofifah menegaskan bahwa kunjungan tersebut menjadi momentum penting untuk mempererat hubungan persahabatan, kerja sama, serta pertukaran pengetahuan antara Indonesia dan Malaysia, khususnya di bidang pendidikan dan pengembangan SDM.
"Pemprov Jatim menyambut hangat kedatangan rombongan mahasiswa dan dosen Universiti Malaya. Semoga silaturahim ini bisa kita teruskan dalam format lainnya, bisa melalui format dakwah, format di bidang ekonomi, format di bidang pendidikan, format di bidang budaya dan seterusnya," terangnya.
Menurut Khofifah, program kunjungan akademik semacam ini tidak hanya memperkuat jejaring antarmahasiswa dan perguruan tinggi. Namun, juga menjadi sarana pembelajaran lintas budaya serta pertukaran perspektif global.
"Jawa Timur memiliki potensi besar sebagai motor penggerak pertumbuhan ekonomi nasional. Potensi tersebut ditopang oleh letak geografis yang strategis, infrastruktur yang semakin terkoneksi, serta ekosistem industri dan logistik yang terus berkembang," jelasnya.
BACA: Layanan Kesehatan dan Pendidikan Sumbang PNPB BLU Terbesar di Jatim
Gubernur Khofifah juga memaparkan bahwa Jatim konsisten menunjukkan kinerja yang solid, dengan ekonomi yang tumbuh positif sebesar 5,22 persen Year on Year (Y-on-Y) pada Triwulan III-2025, lebih tinggi dibanding rata-rata pertumbuhan nasional.
"Saat ini, Jawa Timur mengambil peran sebagai 'Gerbang Baru Nusantara', yang didukung oleh keberadaan Pelabuhan Tanjung Perak yang melayani hampir 80 persen distribusi logistik ke kawasan Indonesia Timur," terangnya.
Tak hanya potensi ekonomi, Khofifah juga menegaskan karakter Jatim sebagai daerah yang menjunjung tinggi Islam moderat dan toleransi. Nilai-nilai moderasi dan toleransi tersebut menjadi perekat kuat hubungan Indonesia dan Malaysia sebagai bangsa serumpun.
"Persaudaraan yang harmonis, kultur yang hampir sama ini menjadi kekuatan untuk terus menggerakkan seluruh energi positif dalam membangun negara kita masing-masing," kata Khofifah.
BACA: BAKTI Bukukan Pendapatan Rp 2,9 Triliun
Pensyarah Kanan Jabatan Usuluddin dan Dakwah Universiti Malaya Dr. Muhammad Hazim bin Mohd Azhar menyampaikan apresiasi atas sambutan dan kesempatan yang diberikan Gubernur Khofifah.
Ia merasa terkesan dengan paparan mengenai Islam moderat yang dibangun para Wali Songo di Tanah Jawa dan hingga kini tetap menjadi pegangan masyarakat Indonesia.
"Saya selaku wakil daripada Universiti Malaya sangat menghargai dan berterima kasih, sangat-sangat hargai kepada ibu Gubernur semoga Allah SWT akan angkat derajat beliau," pungkasnya.
