Logo

Dindik Jatim Kembangkan Pembelajaran Animasi Berbasis AI di 10 SMK

Siapkan Talenta untuk Industri Kreatif
Reporter:,Editor:

Sabtu, 25 July 2026 03:38 UTC

Dindik Jatim Kembangkan Pembelajaran Animasi Berbasis AI di 10 SMK

Kepala Dindik Jawa Timur Aries Agung Paewai saat menjelaskan program kerjasama dengan perwakilan BOKE Technology Shanghai, China, Sabtu, 25 Juli 2026. Foto: Januar

JATIMNET.COM, Surabaya – Dinas Pendidikan (Dindik) Provinsi Jawa Timur mulai mengintegrasikan pembelajaran animasi berbasis kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) di sekolah menengah kejuruan (SMK). Program tersebut dijalankan melalui kerja sama dengan BOKE Technology Shanghai, China, sebagai upaya memperkuat kompetensi guru dan siswa agar mampu menghasilkan karya animasi serta konten digital yang sesuai dengan kebutuhan industri kreatif.

Kepala Dindik Jawa Timur Aries Agung Paewai mengatakan pengembangan pembelajaran berbasis AI merupakan tindak lanjut dari nota kesepahaman yang telah disepakati bersama BOKE Technology. Kerja sama tersebut akan berlangsung hingga 2029 dengan sejumlah program strategis, mulai dari peningkatan kapasitas tenaga pendidik, penyempurnaan kurikulum, hingga pengembangan proyek animasi berbasis AI.

Menurut Aries, kolaborasi tersebut selaras dengan kebijakan link and match yang selama ini diterapkan di SMK di Jawa Timur untuk memperkuat keterkaitan antara dunia pendidikan dan dunia industri.

"Di SMK kami sudah menjalankan link and match dengan industri, mulai dari sinkronisasi kurikulum, guru tamu, sertifikasi industri bagi siswa dan guru hingga program CSR. Apa yang kami bahas di Shanghai ternyata sangat sesuai dengan yang sudah dikembangkan di Jawa Timur," kata Aries, Sabtu, 25 Juli 2026.

Ia menjelaskan, pihak BOKE Technology menunjukkan keseriusannya dengan mengunjungi langsung sejumlah SMK di Jawa Timur. Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat implementasi pembelajaran berbasis industri sekaligus menyusun langkah konkret pengembangan pendidikan vokasi di bidang animasi dan kecerdasan buatan.

Sebagai tahap awal, Dindik Jatim menyiapkan 10 SMK yang tersebar di Surabaya, Malang, Madiun, Situbondo, Bondowoso, dan Tulungagung sebagai sekolah percontohan atau pilot project. Melalui program tersebut, guru dan siswa akan memperoleh pembekalan teknologi AI yang dapat diterapkan dalam proses pembelajaran maupun pengembangan karya kreatif.

Aries menegaskan peningkatan kompetensi guru menjadi salah satu prioritas utama agar transformasi pembelajaran berbasis AI dapat berjalan secara berkelanjutan di lingkungan sekolah.

"Kami sudah menyusun road map kerja sama hingga 2029. Ada lima tahapan yang akan dilaksanakan, termasuk pengembangan proyek animasi dan AI yang sesuai dengan kebutuhan industri teknologi," ujarnya.

Selain memperkuat kualitas pembelajaran, Dindik Jatim berharap pemanfaatan AI dapat melahirkan lulusan SMK yang tidak hanya menguasai teknik animasi konvensional, tetapi juga mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital yang kini menjadi kebutuhan berbagai sektor industri kreatif.

Sementara itu, implementasi program tidak berhenti pada pengembangan kurikulum di sekolah. Dindik Jatim juga membuka peluang bagi guru dan siswa dari 10 SMK percontohan untuk mengikuti pelatihan hingga kompetisi AI di China sebagai bagian dari penguatan kompetensi bertaraf internasional. Program tersebut akan menjadi fokus pembahasan pada artikel berikutnya.