Logo

Pemerintah Janji Perbaiki SD Viral dalam Tiga Hari

Kasus ruang kelas roboh di Grobogan memicu percepatan penanganan infrastruktur sekolah di tengah pelaksanaan program MBG.
Reporter:,Editor:

Minggu, 26 July 2026 10:00 UTC

Pemerintah Janji Perbaiki SD Viral dalam Tiga Hari

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti. Foto: Kemendikdasmen.

JATIMNET.COM, Grobogan – Pemerintah memastikan percepatan perbaikan bangunan SD Negeri Tanggirejo, Kecamatan Tegowanu, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, setelah foto para siswa menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG) di depan ruang kelas yang roboh viral di media sosial.

 

Perbaikan darurat dijanjikan mulai dikerjakan dalam waktu tiga hari sebagai respons atas kondisi bangunan yang dinilai mengganggu keamanan dan kenyamanan proses belajar mengajar.

 

Peristiwa tersebut menjadi perhatian publik setelah dokumentasi kegiatan MBG memperlihatkan siswa makan di halaman sekolah dengan latar bangunan yang sebagian atapnya telah ambruk.

 

Kondisi itu memunculkan sorotan terhadap kesiapan sarana pendidikan, meski program pemenuhan gizi tetap berjalan. Pemerintah menegaskan bahwa perbaikan fisik sekolah akan dipercepat agar aktivitas belajar dapat kembali berlangsung secara normal.

 

Kerusakan di SDN Tanggirejo bukan terjadi dalam waktu singkat. Berdasarkan data Dinas Pendidikan Kabupaten Grobogan, kerusakan bermula sejak awal 2026 ketika salah satu ruang kelas mengalami roboh akibat usia bangunan.

 

Kondisi kemudian memburuk hingga empat ruangan tidak lagi layak digunakan, termasuk dua ruang yang akhirnya dikosongkan karena dinilai membahayakan keselamatan siswa dan guru.

 

Akibat keterbatasan ruang, pihak sekolah melakukan berbagai penyesuaian. Sejumlah kelas belajar secara bergantian, ruang perpustakaan dialihfungsikan, sementara musala dimanfaatkan sebagai ruang belajar sementara.

 

Saat pelaksanaan MBG, siswa juga harus makan di halaman sekolah karena keterbatasan ruang yang aman digunakan. Dalam beberapa kesempatan, angin kencang dan debu bahkan mengganggu kegiatan makan para siswa.

 

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Grobogan menyatakan laporan mengenai kondisi sekolah telah disampaikan kepada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

 

Pemerintah pusat kemudian merespons dengan menyiapkan langkah percepatan penanganan agar proses rehabilitasi dapat segera dimulai. Fokus awal diarahkan pada perbaikan darurat sehingga ruang belajar yang rusak tidak lagi membahayakan warga sekolah.

 

Kasus ini memunculkan kembali perhatian terhadap kesenjangan antara pelaksanaan program peningkatan gizi siswa dengan kondisi infrastruktur pendidikan di sejumlah daerah.

 

Program MBG dirancang untuk mendukung kualitas kesehatan dan konsentrasi belajar peserta didik, namun efektivitasnya juga dipengaruhi oleh tersedianya lingkungan belajar yang aman dan layak.

 

"Perbaikan akan dipercepat dan ditargetkan mulai dikerjakan dalam tiga hari," demikian komitmen pemerintah sebagaimana disampaikan dalam respons atas viralnya kondisi SDN Tanggirejo.

 

Bagi daerah lain, termasuk Jawa Timur, peristiwa di Grobogan menjadi pengingat bahwa pemenuhan hak pendidikan tidak hanya berkaitan dengan akses terhadap makanan bergizi, tetapi juga ketersediaan bangunan sekolah yang memenuhi standar keselamatan.

 

Sejumlah pemerintah daerah masih menghadapi tantangan rehabilitasi sekolah tua yang memerlukan anggaran cukup besar dan penanganan bertahap.

 

Pengamat pendidikan menilai percepatan rehabilitasi sekolah perlu berjalan seiring dengan program peningkatan kualitas sumber daya manusia. Infrastruktur yang memadai menjadi prasyarat agar berbagai program pendidikan dan kesehatan dapat memberikan manfaat secara optimal bagi peserta didik.

 

Pemerintah kini berkomitmen mengawal proses rehabilitasi SDN Tanggirejo hingga kegiatan belajar kembali berlangsung dalam kondisi yang lebih aman.

 

Perkembangan perbaikan tersebut juga akan menjadi indikator respons pemerintah terhadap persoalan infrastruktur pendidikan yang mendapat perhatian luas dari masyarakat.