Logo

Cabdin Pendidikan Jatim Gresik Gagas One School One Industry

Asa Perkuat Link and Match Sekolah Vokasi dengan Industri
Reporter:,Editor:

Selasa, 08 September 2026 09:07 UTC

Cabdin Pendidikan Jatim Gresik Gagas One School One Industry

Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani memberi sambutan sekaligus membuka pelaksanaan Simposium Nasional bertajuk “Revitalisasi Sekolah Vokasi Menuju Gresik Berkarya”. Foto: Agus Salim

JATIMNET.COM, Gresik - Cabang Dinas Pendidikan Jawa Timur Wilayah Gresik mendorong pola baru untuk memperkuat hubungan sekolah vokasi dengan dunia industri melalui konsep One School One Industry.

Melalui konsep tersebut, setiap sekolah dapat membangun kemitraan dengan industri sebagai orang tua asuh. Kolaborasi ini bertujuan menyelaraskan kompetensi yang diajarkan di sekolah dengan kebutuhan tenaga kerja dan perkembangan industri.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Jatim Wilayah Gresik Eko Agus Suwandi menyampaikan gagasan itu dalam Simposium Nasional “Revitalisasi Sekolah Vokasi Menuju Gresik Berkarya” di Ruang Mandhala Bhakti Praja, Selasa, 8 September 2026.

Eko menjelaskan, keterlibatan industri sejak proses pendidikan akan membantu sekolah menyesuaikan kompetensi siswa dengan kebutuhan dunia kerja.

“Konsepnya industri sebagai orang tua, dan sekolah nanti jadi anaknya. Nanti diselaraskan,” kata Eko.

Menurut Eko, peran industri tidak berhenti pada dukungan terhadap kegiatan pendidikan. Dunia usaha juga perlu terlibat dalam memastikan sekolah mengikuti perkembangan teknologi dan perubahan kebutuhan kompetensi di lapangan.

“Kami siap meningkatkan mutu layanan. Apa yang diharapkan bupati selaras apa yang diharapkan gubernur, jangan sampai siswa lulus tapi nganggur,” tegasnya.

Ia mengatakan penerapan One School One Industry membutuhkan kerja bersama antara Pemerintah Kabupaten Gresik, Cabang Dinas Pendidikan, sekolah, dan pelaku industri.

“Kami disini sinergi, dan dimulai sekarang. Sinergitas antara Pemkab dan Cabdin serta industri,” ujarnya.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani juga menilai hubungan erat antara sekolah dan industri menjadi langkah penting untuk menekan pengangguran. Menurutnya, kolaborasi tersebut sekaligus mendukung visi Gresik Berkarya.

“Kenapa kegiatan ini penting dan harus berkelanjutan. Karena, langkah strategis ini diambil guna menyelaraskan kurikulum pendidikan kejuruan dengan kebutuhan pasar kerja modern yang dinamis,” ungkapnya.

Yani mengatakan pendidikan vokasi perlu mendapat perhatian khusus karena Gresik berkembang sebagai kawasan industri. Kondisi tersebut menuntut lulusan SMK memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan dan siap memasuki dunia kerja.

Ia menilai pemerintah daerah dan industri perlu terlibat langsung dalam proses sinkronisasi kurikulum agar pendidikan kejuruan mampu mengikuti perubahan kebutuhan pasar kerja.

“Standarisasi kompetensi lulusan SMK juga menjadi perhatian utama agar para pemuda Gresik tidak hanya menjadi penonton di tengah masifnya industrialisasi daerah,” harapnya.

Simposium nasional tersebut menghadirkan sejumlah narasumber dari kalangan akademisi dan industri, yakni akademisi Universitas Airlangga Suko Widodo, External Relation & SEZ Director Roro Ayu Yayuk Dwi Hastuti, Mochamad Kharis dari Kawasan Industri Gresik, serta Irawan Agustiar dari Maspion Industrial Estate.