Rabu, 02 September 2026 14:39 UTC

Para pelajar yang diduga keracunan usai mengkonsumsi MBG dari SPPG Kalitengah Sidoarjo, tengah mendapat pertolongan medis. Foto: Khaesar
JATIMNET.COM, Sidoarjo – Badan Gizi Nasional (BGN) menghentikan sementara operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalitengah, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo. Penghentian dilakukan setelah ratusan siswa dan santri mengalami keluhan kesehatan usai mengonsumsi makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari dapur tersebut.
Wakil Koordinator BGN Regional Jawa Timur Teguh Bayu Wibowo mengatakan pihaknya langsung mendatangi SPPG Kalitengah setelah menerima laporan mengenai kejadian tersebut.
"Kami juga tadi sudah mendapatkan informasi langsung dan kami bergerak ke SPPG. Untuk saat ini, SPPG kita berhenti operasional," kata Teguh, Rabu, 2 September 2026.
Penghentian operasional dilakukan sementara sambil menunggu proses evaluasi dan pemeriksaan laboratorium. Pemerintah akan menggunakan hasil pemeriksaan tersebut sebagai salah satu dasar untuk menentukan keberlanjutan operasional SPPG Kalitengah.
SPPG Kalitengah Produksi 2.800 Porsi
Teguh menjelaskan SPPG Kalitengah memiliki kapasitas distribusi yang cukup besar. Setiap hari, dapur tersebut menyiapkan sekitar 2.800 porsi makanan untuk penerima manfaat di sekolah dan pesantren.
Dari total produksi tersebut, sekitar 1.000 porsi diperuntukkan bagi santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam. Sisanya didistribusikan kepada siswa di sekolah lain.
"Untuk hari ini 2.800. Sekolah dan pesantren. Di pesantren itu ada sekitar 1.000-an, sisanya di luar pesantren, di sekolah," ujarnya.
Kasus dugaan keracunan muncul setelah siswa dan santri mengonsumsi makanan MBG pada Selasa, 1 September 2026. Mereka dilaporkan mengalami berbagai keluhan kesehatan dan sebagian harus mendapatkan penanganan medis di sejumlah rumah sakit di Sidoarjo.
Dinas Kesehatan Sidoarjo dan kepolisian kemudian mengambil sampel makanan untuk diperiksa di laboratorium. Pemeriksaan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk mengetahui penyebab munculnya keluhan kesehatan.
"Selanjutnya, hasil lab dan lain-lain kita tunggu untuk satu minggu ke depan ya, untuk uji hasil lab," katanya.
Status SPPG Menunggu Evaluasi
Teguh mengatakan BGN pusat telah menerbitkan surat penghentian sementara operasional SPPG Kalitengah Tanggulangin. Pemerintah belum menentukan apakah penghentian tersebut akan berlangsung sementara atau berubah menjadi penghentian permanen.
Keputusan itu akan diambil setelah evaluasi dan hasil pemeriksaan laboratorium tersedia.
"Sampai hasil evaluasi ya, evaluasi dan hasil lab keluar. Jadi sementara kami sedang laporan ke pusat, pusat akan menimbang apakah disuspennya suspen sementara atau suspen permanen," pungkasnya.
Di sisi lain, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mengatakan SPPG Kalitengah sebenarnya telah memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) sebelum kasus tersebut terjadi.
Emil menegaskan kepemilikan SLHS tidak otomatis menghilangkan kemungkinan persoalan dalam proses penyediaan makanan. Pemerintah tetap akan menelusuri bahan makanan serta pelaksanaan setiap tahapan pengolahan untuk memastikan apakah seluruhnya telah sesuai dengan SOP.
