Logo

Kota Mojokerto Kirim Bantuan untuk Korban Gempa NTT, Total Donasi Rp146,19 Juta

Reporter:,Editor:

Rabu, 02 September 2026 11:26 UTC

Kota Mojokerto Kirim Bantuan untuk Korban Gempa NTT, Total Donasi Rp146,19 Juta

Seremoni pemberangkatan bantuan dari Kota Mojokerto untuk Korban Gempa NTT, Rabu, 2 September 2026. Foto: Wanto

JATIMNET.COM, Mojokerto – Pemerintah Kota Mojokerto memberangkatkan bantuan kemanusiaan untuk masyarakat terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu, 2 September 2026.

Bantuan tersebut terkumpul melalui gerakan donasi yang melibatkan berbagai unsur masyarakat Kota Mojokerto. Pemerintah, lembaga, komunitas, organisasi kemasyarakatan, hingga warga ikut bergotong royong mengumpulkan bantuan untuk para korban bencana.

Wakil Wali Kota Mojokerto Rachman Sidharta Arisandi atau Cak Sandi secara langsung melepas keberangkatan bantuan dari Balai Kota Mojokerto. BPBD Kota Mojokerto selanjutnya membawa bantuan tersebut untuk disalurkan kepada masyarakat NTT yang terdampak gempa.

Cak Sandi mengatakan pengiriman bantuan tersebut menjadi wujud kepedulian warga Kota Mojokerto terhadap sesama masyarakat Indonesia yang tengah menghadapi musibah.

Menurutnya, masyarakat tidak boleh menjadikan perbedaan agama, suku, maupun latar belakang sebagai alasan untuk mengabaikan warga yang membutuhkan pertolongan.

"Perbedaan agama, suku, dan latar belakang tidak boleh menjadi penghalang untuk bersatu dalam kepedulian. Kita membantu bukan karena merasa lebih tinggi, melainkan karena sadar bahwa giliran itu bisa saja suatu saat terjadi kepada kita," tutur Cak Sandi.

Ia menilai nilai kemanusiaan dalam aksi tersebut tidak semata-mata terletak pada nominal bantuan yang terkumpul. Kepedulian dan kemauan masyarakat untuk bergerak membantu korban bencana menjadi bagian penting dari solidaritas tersebut.

Cak Sandi juga mengingatkan bahwa bencana dapat terjadi di mana saja dan kapan saja, termasuk di Kota Mojokerto. Karena itu, kepedulian terhadap korban gempa di NTT perlu berjalan beriringan dengan peningkatan kewaspadaan serta kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana di daerah masing-masing.

"Atas nama Pemerintah Kota Mojokerto, saya menyampaikan terima kasih yang sedalam-dalamnya kepada semua pihak yang telah bergotong royong. Harapan saya, kepedulian seperti ini tidak hanya berhenti sebagai peristiwa, tetapi tumbuh menjadi kebiasaan kita sebagai warga kota," katanya.

Ketua Gerakan Persaudaraan Kemanusiaan dan Kebencanaan Mojokerto, Kristin Dwi Arini, menjelaskan masyarakat menggalang bantuan selama 22–31 Agustus 2026.

Selama periode tersebut, panitia menghimpun donasi uang sebesar Rp99.233.412. Masyarakat juga memberikan berbagai bantuan logistik dengan nilai sekitar Rp46.961.000.

Jika digabungkan, total bantuan yang berhasil dikumpulkan mencapai Rp146.194.412.

"Total keseluruhan bantuan yang dihimpun mencapai Rp146.194.412," kata Kristin.

Bantuan logistik tersebut mencakup berbagai kebutuhan dasar bagi masyarakat yang terdampak bencana. Di antaranya sembako, obat-obatan, perlengkapan mandi, perlengkapan bayi, terpal, selimut, bantal, tikar, serta bahan makanan.

Kristin mengatakan capaian tersebut tidak terlepas dari kolaborasi berbagai unsur masyarakat di Kota Mojokerto. Pemkot Mojokerto, Baznas, komunitas sosial, organisasi kemasyarakatan, hingga komunitas ojek daring turut terlibat dalam gerakan penggalangan bantuan.

"Ini merupakan bentuk kolaborasi dan kerja sama semua pihak. Kita bisa membuktikan bahwa ketika di ujung Indonesia ada musibah, kita di sini tidak tinggal diam," ujarnya.

 

Relawan Gelar Doa Bersama Lintas Agama

Selain mengumpulkan bantuan material, para relawan juga memberikan dukungan moral kepada masyarakat NTT. Mereka menggelar doa bersama lintas agama sebagai bentuk solidaritas bagi warga yang terdampak gempa.

Doa bersama tersebut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan kemanusiaan yang dilakukan masyarakat Kota Mojokerto. Melalui berbagai kegiatan tersebut, warga menunjukkan kepedulian terhadap korban bencana sekaligus memperkuat semangat gotong royong.

Bantuan yang telah dihimpun kemudian diberangkatkan melalui BPBD Kota Mojokerto untuk disalurkan kepada masyarakat terdampak gempa di NTT.