Selasa, 01 September 2026 14:04 UTC

Petugas kesehatan melakukan perawatan para santri yang mengalami keracunan, Selasa, 1 September 2026. Foto: Januar
JATIMNET.COM, Sidoarjo – Ratusan santri putra dan santriwati dari salah satu pondok pesantren di Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit setelah diduga mengalami keracunan makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Bupati Sidoarjo Subandi memastikan seluruh santri yang mendapatkan perawatan telah memperoleh penanganan medis. Ia juga menyebut kondisi sebagian besar pasien mulai membaik.
Subandi menyampaikan hal tersebut saat meninjau langsung kondisi para santri yang menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit, Selasa malam, 1 September 2026.
"Semua pasien tertangani dengan baik. Jadi kalau ada berita yang meninggal itu hoaks, enggak benar," kata Subandi.
Menurut Subandi, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo terus memantau kondisi para santri yang dirawat di sejumlah fasilitas kesehatan. Salah satu rumah sakit bahkan menangani hampir 200 pasien dari kejadian tersebut.
"Kalau yang di rumah sakit ini kurang lebih hampir 200-an, cuma sudah membaik semua, sudah membaik semua," ujarnya.
Selain rumah sakit tersebut, puluhan santri juga menjalani perawatan di Rumah Sakit Siti Hajar. Subandi menyebut terdapat sekitar 58 pasien yang mendapatkan penanganan di rumah sakit tersebut.
"Yang di Rumah Sakit Siti Hajar kurang lebih hampir ada 58, cuma juga bagus semua," katanya.
Subandi mengatakan kondisi santri yang sebelumnya mengalami diare juga menunjukkan perkembangan positif. Pemerintah daerah akan terus memantau kondisi mereka sebelum menentukan apakah pasien sudah dapat meninggalkan rumah sakit.
"Sementara yang diare-diare hari ini juga sudah turun semua. Jadi hampir pasien kita sementara sudah hampir nanti sebagian saya suruh pulang karena kondisinya agaknya bagus," ucapnya.
Ia meminta orang tua dan wali santri tidak cemas menyikapi informasi mengenai kondisi para korban. Subandi memastikan Pemkab Sidoarjo terus mengoptimalkan pelayanan kesehatan bagi seluruh santri yang menjalani perawatan.
"Saya mengimbau dari Bapak/Wali santri semuanya enggak usah ada kekhawatiran. Kita sebagai pimpinan daerah sudah memaksimalkan dalam pelayanan," katanya.
Meski kondisi sejumlah pasien membaik, Subandi menegaskan pihak rumah sakit tidak akan memulangkan santri secara sembarangan. Tim medis akan memastikan kondisi kesehatan setiap pasien sebelum memberikan izin untuk pulang.
"Sampai anak jenengan semua akan sembuh. Karena sudah kita instruksikan direktur rumah sakit sampai anak ini selesai semuanya baru kita bolehkan pulang," tutur Subandi.
Sebagian santri lainnya juga mendapatkan perawatan di Delta Surya. Namun, jumlah pasien di fasilitas kesehatan tersebut relatif lebih sedikit dibandingkan rumah sakit lainnya.
"Kalau Delta Surya enggak banyak, sekitar kurang lebih sekitar 15-an. Cuma sana hanya ringan saja," katanya.
Pemkab Sidoarjo hingga kini masih memantau perkembangan kasus dugaan keracunan tersebut. Pemerintah daerah juga menunggu penanganan medis terhadap seluruh pasien serta pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui kondisi dan perkembangan kasus tersebut.
