Logo

Diduga Dipicu Puntung Rokok, Gudang Kertas Bekas di Kedung Cowek Surabaya Terbakar

Reporter:,Editor:

Kamis, 27 August 2026 13:36 UTC

Diduga Dipicu Puntung Rokok, Gudang Kertas Bekas di Kedung Cowek Surabaya Terbakar

Petugas pemadam kebakaran kota Surabaya berusaha memadamkan api yang membakar tumpukan kertas, Kamis, 27 Agustus 2026. Foto: Command Center

JATIMNET.COM, Surabaya – Gudang penyimpanan kertas bekas di Jalan Nambangan Nomor 171A, Kelurahan Kedung Cowek, Kecamatan Bulak, Surabaya, terbakar pada Kamis sore, 27 Agustus 2026. Tumpukan kertas di dalam gudang membuat api cepat membesar dan membakar sebagian besar bangunan.

Kabid Pemadam Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Surabaya M. Rokhim mengatakan, petugas menerima laporan kebakaran pada pukul 15.13 WIB. Unit pemadam langsung berangkat satu menit kemudian dan tiba di lokasi dua menit setelahnya.

“Berita kami terima pukul 15.13 WIB dan unit berangkat pukul 15.14 WIB. Unit tiba di tempat kejadian perkara pukul 15.16 WIB,” kata Rokhim saat dikonfirmasi.

Sesampainya di lokasi, Unit Tempur Pos Bulak langsung melakukan pemadaman. Petugas menghadapi api yang cepat membesar karena gudang menyimpan tumpukan kertas dalam jumlah banyak.

“Banyaknya tumpukan kertas membuat api cepat membesar,” terangnya.

Petugas berhasil mengendalikan api utama sekitar pukul 15.49 WIB. Namun, DPKP Surabaya melanjutkan proses pembasahan untuk memastikan bara yang berada di antara tumpukan kertas tidak kembali memicu kebakaran.

BACA: Lagi, Korsleting Listik Akibatkan Kebakaran Rumah di Surabaya 

“Api pokok padam pukul 15.49 WIB. Setelah itu petugas melakukan pembasahan hingga selesai dan lokasi dinyatakan kondusif pukul 17.28 WIB,” ujarnya.

 

DPKP Kerahkan 14 Unit

Untuk menangani kebakaran tersebut, DPKP Kota Surabaya mengerahkan sembilan unit tempur dan lima unit tim penyelamat (rescue). Petugas berasal dari sejumlah pos pemadam kebakaran di berbagai wilayah Surabaya.

Unit yang diterjunkan meliputi satu Unit Tempur Pos Bulak, dua Unit Tempur Rayon 2 Tambak Rejo, satu Unit Tempur Pos Mulyorejo, satu Unit Tempur Pos Pegirian, satu Unit Tempur Pos Menur, satu Unit Tempur Pos Sukolilo, serta dua Unit Tempur Rayon 1 Pasar Turi.

Rokhim menjelaskan, gudang tersebut memiliki luas sekitar 8 x 17 meter. Tumpukan kertas yang mencapai ketinggian sekitar tiga meter membuat api dengan cepat menjalar dan membakar bangunan.

“Karena di dalamnya terdapat tumpukan kertas yang tingginya sekitar tiga meter yang membuat seluruh bangunan terbakar,” jelas Rokhim.

BACA: Ditinggal ke Pasar, Dua Rumah dan Satu Truk di Kutorejo Mojokerto Terbakar 

Petugas kemudian melakukan pembasahan secara menyeluruh setelah api utama padam. Langkah tersebut bertujuan mencegah bara api di antara material kertas kembali menyala.

Rokhim mengatakan, petugas untuk sementara menduga kebakaran bermula dari puntung rokok. Namun, pihaknya masih memerlukan pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan penyebab kebakaran.

“Untuk penyebab sementara diduga dari puntung rokok,” kata Rokhim.

Kebakaran tersebut tidak menimbulkan korban jiwa maupun korban luka. Setelah proses pemadaman dan pembasahan selesai, petugas memastikan kondisi di sekitar lokasi kembali kondusif.

Rokhim menyebut gudang tersebut milik Yusuf, warga Jalan Tambak Segaran VI/1. Hingga proses penanganan selesai, pihaknya belum menerima informasi mengenai nilai kerugian maupun rincian bagian bangunan yang terdampak.

“Gudang tersebut diketahui milik Yusuf, warga Jalan Tambak Segaran VI/1. Kerugian akibat kebakaran maupun detail mengenai bagian bangunan yang terdampak masih belum disampaikan,” jelas Rokhim.

DPKP Surabaya mengingatkan masyarakat untuk tidak membuang puntung rokok sembarangan, terutama di lokasi yang menyimpan material mudah terbakar. Kertas, kardus, kain, dan berbagai barang bekas dapat mempercepat penyebaran api ketika terkena sumber panas.

“Material kertas yang menumpuk dalam jumlah besar dapat mempercepat penyebaran api apabila terkena sumber panas. Karena itu, kewaspadaan terhadap sumber api menjadi salah satu hal penting untuk mencegah kebakaran serupa,” jelasnya.