Kamis, 27 August 2026 12:53 UTC

Petugas saat berupaya memadamkan api di areal tebing perbukitan di kawasan Bromo, Probolinggo. Foto: Zulafif
JATIMNET.COM, Probolinggo – Kebakaran kembali melanda kawasan Gunung Bromo di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Kamis pagi, 27 Agustus 2026. Kobaran api membakar vegetasi kering di sepanjang tebing sekitar Dusun Cemorolawang, Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura.
Api yang muncul di kawasan lereng tersebut terus merambat akibat hembusan angin yang cukup kencang. Kobaran api bahkan mulai mendekati permukiman warga dan sejumlah penginapan yang berada di sekitar Cemorolawang.
Kondisi medan yang terjal menyulitkan petugas menjangkau titik api. Tim gabungan harus menarik selang air hingga sekitar 500 meter untuk mencapai lokasi kebakaran.
Petugas dari TNI-Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan relawan langsung dikerahkan. Mereka berupaya memadamkan api sekaligus membatasi pergerakannya agar tidak meluas ke area lain.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo Oemar Sjarief mengatakan, pihaknya telah mengirim personel untuk menangani kebakaran di kawasan Cemorolawang.
“Petugas sudah kami terjunkan. Saya sendiri sedang persiapan menyusul personel yang lebih dulu berada di lapangan,” ujar Oemar.
Api Cepat Merambat di Tebing Bromo
Oemar menjelaskan, kondisi angin menjadi salah satu faktor yang mempercepat penyebaran api. Vegetasi kering di kawasan tebing membuat kobaran api lebih mudah menjalar.
“Selain itu, hembusan angin yang cukup kencang membuat api dengan cepat membesar dan merambat membakar vegetasi yang berada di kawasan tebing Cemoro Lawang,” jelasnya.
Petugas juga meningkatkan kewaspadaan karena api bergerak ke arah timur laut. Arah pergerakan tersebut membuat sejumlah penginapan dan fasilitas wisata di sekitar Cemorolawang berada dalam radius yang perlu diwaspadai.
Warga setempat, Sukir, mengatakan asap pekat sempat menyelimuti kawasan tempat tinggalnya. Ia khawatir kondisi tersebut mengganggu aktivitas warga apabila asap bergerak menuju permukiman.
“Api terlihat dari arah tebing. Anginnya cukup kencang sehingga warga khawatir api terus merembet mendekati permukiman,” ungkapnya.
Hingga Kamis siang, petugas gabungan masih berupaya mengendalikan kobaran api. Tim menyesuaikan strategi pemadaman dengan kondisi medan, arah angin, dan pergerakan api di lapangan.
Kebakaran Kembali Terjadi setelah Posko Ditutup
Kebakaran ini kembali terjadi di kawasan Bromo sekitar 10 hari setelah posko penanganan darurat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) ditutup pada 17 Agustus 2026.
Petugas kini kembali melakukan penanganan untuk mencegah api meluas, terutama ke arah permukiman warga dan kawasan penginapan di sekitar Cemorolawang.
