Logo

UNT Al-Muafa Sampang Gelar Kuliah Tamu Internasional, Bahas Strategi Hadapi Era AI

Dirjen Kemdiktisaintek RI Ahmad Najib Burhani hadir sebagai narasumber
Reporter:,Editor:

Sabtu, 05 September 2026 09:43 UTC

UNT Al-Muafa Sampang Gelar Kuliah Tamu Internasional, Bahas Strategi Hadapi Era AI

Direktur Jenderal Sains dan Teknologi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) RI, Prof. Dr. Ahmad Najib Burhani saat mengisi kuliah tamu di UNT Al-Muafa Sampang, Sabtu 5 September 2026. Foto: Zainal Abidin

JATIMNET.COM, Sampang – Universitas Nazhatut Thullab (UNT) Al-Muafa Sampang mengajak mahasiswa dan civitas akademika memahami perubahan besar yang dibawa kecerdasan buatan (AI) melalui International Guest Lecture atau Kuliah Tamu Internasional, Sabtu, 5 September 2026.

Kegiatan tersebut menghadirkan Direktur Jenderal Sains dan Teknologi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) RI, Prof. Dr. Ahmad Najib Burhani, sebagai narasumber.

Mengusung tema "Harnessing Artificial Intelligence (AI) for Research", forum tersebut diikuti mahasiswa, dosen, serta civitas akademika UNT Al-Muafa. Kuliah tamu ini membahas tantangan pengembangan sumber daya manusia (SDM) di tengah perkembangan AI dan teknologi robotik.

Ahmad Najib Burhani menjelaskan bahwa AI kini telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Teknologi tersebut tidak lagi sebatas gambaran masa depan karena telah memengaruhi berbagai bidang, seperti pendidikan, kesehatan, perbankan, pertanian, hingga pemerintahan.

Menurutnya, perkembangan AI juga menandai perubahan besar dalam kehidupan manusia. Jika revolusi industri sebelumnya banyak mengubah cara manusia melakukan pekerjaan secara fisik, AI kini turut mengubah pola berpikir, pengambilan keputusan, serta proses menciptakan inovasi.

Kondisi tersebut menuntut perguruan tinggi untuk bergerak lebih cepat dalam merespons perkembangan teknologi. Kampus perlu membaca kebutuhan dunia kerja yang akan datang agar lulusan memiliki kemampuan yang sesuai dan mampu menghadapi disrupsi digital.

"Kementerian terus mendorong pembukaan program studi baru yang relevan dengan kebutuhan lapangan kerja masa depan, sekaligus meminta prodi yang ada saat ini untuk segera mengadopsi integrasi teknologi dan AI dalam proses pembelajarannya," katanya.

 

Perguruan Tinggi Dituntut Adaptif

Ahmad Najib Burhani juga menyoroti perubahan pola pendidikan tinggi akibat perkembangan teknologi. Ia menyebut akademisi kini memasuki fase yang disebut sebagai disorienting dilemma, ketika perubahan teknologi mendorong pergeseran cara belajar, pola interaksi dosen dan mahasiswa, hingga pemaknaan kreativitas.

Pemanfaatan AI prompting, misalnya, telah membuka pola baru dalam proses pembelajaran dan pengembangan gagasan. Karena itu, perguruan tinggi perlu menyesuaikan sistem pendidikan agar tetap relevan dengan perubahan zaman.

"Sistem pembelajaran di perguruan tinggi saat ini dituntut untuk jauh lebih fleksibel, adaptif, dan transformatif agar mampu menjawab tantangan zaman," ungkapnya.

Selain kemampuan beradaptasi, Ahmad Najib Burhani menilai perguruan tinggi perlu memiliki keunikan dan keunggulan yang membedakannya dari institusi lain. Ia menegaskan bahwa kualitas kampus tidak semata-mata ditentukan oleh skala fisik ataupun jumlah mahasiswa.

"Jadi kemajuan sekolah atau perguruan tinggi itu bukan dinilai dari bangunan gedungnya, tetapi dari kualitas dan mutu pendidikannya. Kami percaya bahwa Universitas Nazhatut Thullab Al-Muafa ini mampu berkontribusi dalam peningkatan sumber daya manusia (SDM) di Madura, khususnya di Kabupaten Sampang," ujar Ahmad Najib.

 

UNT Al-Muafa Dorong Pendidikan Berkualitas

Rektor Universitas Nazhatut Thullab Al-Muafa Sampang, Zairina Muafi, menyampaikan apresiasi atas kehadiran Ahmad Najib Burhani dalam kegiatan tersebut.

Ia berharap materi yang diberikan dapat memperkaya pengetahuan mahasiswa sekaligus memperluas wawasan mereka mengenai perkembangan AI dan teknologi robotik.

Zairina mengatakan UNT Al-Muafa terus berupaya mengembangkan perguruan tinggi yang memiliki program studi sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan perkembangan dunia kerja.

Untuk mendukung upaya tersebut, kampus juga membangun kerja sama dengan Kemdiktisaintek. Langkah itu dinilai penting karena UNT Al-Muafa berada di bawah naungan kementerian yang menangani sektor pendidikan tinggi.

"Kami ingin memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat melalui sektor pendidikan yang berkualitas dengan biaya kuliah yang terjangkau," ujar mantan anggota DPR RI tersebut.