Logo

Dalang Cilik SMPN 1 Gresik, Bintang Pratama Buktikan Prestasi Sains dan Seni Bisa Berjalan Bersama

Tekuni Wayang Kulit sejak Usia 5 Tahun
Reporter:,Editor:

Rabu, 02 September 2026 09:08 UTC

Dalang Cilik SMPN 1 Gresik, Bintang Pratama Buktikan Prestasi Sains dan Seni Bisa Berjalan Bersama

Bintang Pratama, siswa SMPN 1 Gresik pawai menjalankan cerita pelayanan dengan wayang kulit. Foto: Agus Salim

JATIMNET.COM, Gresik – Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, ketertarikan generasi muda terhadap seni tradisional tetap tumbuh. Salah satunya terlihat dari sosok Avito Bintang Pratama, siswa UPT SMP Negeri 1 Gresik, Jawa Timur, yang menekuni seni pedalangan sejak usia dini.

Bintang mulai mengenal wayang kulit ketika berusia lima tahun. Tanpa guru khusus, ia belajar secara autodidak dengan menyaksikan pementasan wayang dan mendengarkan rekaman kaset.

“Sejak usia 5 tahun. Tanpa guru khusus, saya belajar secara autodidak dari pementasan wayang di kaset,” kata Bintang.

Ketertarikan itu semakin serius ketika Bintang duduk di kelas 4 SD. Ia kemudian bergabung dengan Sanggar Mahesa Kencana untuk memperdalam kemampuan dalam seni pedalangan.

Ketekunannya membuahkan sejumlah prestasi. Pada 2024, Bintang meraih penghargaan Terbaik ke-5 Bidang Sabet dan Antawacana Tingkat Nasional di Sragen.

Kemampuan Bintang memainkan wayang kulit juga membawanya tampil dalam pertunjukan yang digelar PT Petrokimia Gresik. Dalam pementasan tersebut, ia menjadi salah satu dari tiga dalang cilik yang tampil.

 

Tak Hanya Jadi Dalang Cilik

Bakat Bintang tidak hanya berkembang di bidang seni. Di bangku SMP, ia juga menunjukkan kemampuan akademik, terutama dalam bidang sains.

Bintang mengikuti kelas Olimpiade bidang Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) di UPT SMP Negeri 1 Gresik. Ia juga berhasil meraih medali emas Biologi tingkat nasional dalam ajang Focus Learning serta medali perunggu Matematika tingkat nasional.

Prestasi tersebut menunjukkan bahwa Bintang mampu mengembangkan dua bidang sekaligus. Ia tetap menekuni seni pedalangan sambil mengasah kemampuan akademiknya di bidang sains.

Kepala UPT SMP Negeri 1 Gresik, Beri Avita Prasetya, mengatakan sekolah berupaya memberikan ruang bagi siswa untuk mengembangkan minat dan bakat, baik dalam bidang akademik maupun nonakademik.

“Pendidikan karakter kami tekankan. Kami mendukung kegiatan siswa, baik akademik maupun nonakademik,” ujarnya saat dikonfirmasi, Rabu, 2 September 2026.

Menurut Beri, pendidikan tidak semata-mata berorientasi pada capaian akademik. Sekolah juga mendorong siswa membangun karakter, kepercayaan diri, kreativitas, dan kemampuan kepemimpinan.

“Harapannya, mereka tidak hanya memiliki prestasi, tetapi juga karakter, kepercayaan diri, serta kepemimpinan yang baik,” terangnya.

 

Sekolah Sediakan Kelas Olimpiade

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan UPT SMP Negeri 1 Gresik, Nurul Wahyu Purwaningtyas, menjelaskan sekolah menyediakan kelas Olimpiade sebagai wadah bagi siswa yang memiliki minat dan kemampuan di bidang akademik.

“Setiap jenjang memiliki kelas Olimpiade dengan jumlah sekitar 32 siswa. Mereka mendapatkan pendampingan dan pembelajaran tambahan sesuai bidang yang ditekuni,” jelasnya.

Nurul menilai Bintang menjadi salah satu contoh siswa yang mampu mengembangkan lebih dari satu potensi. Selain aktif menekuni seni pedalangan, Bintang juga mampu menunjukkan prestasi di bidang sains.

“Kami berkomitmen memberikan yang terbaik agar siswa bisa mengembangkan potensinya dan meraih prestasi,” pungkasnya.

Kisah Bintang menunjukkan bahwa pendidikan tidak hanya tentang mengejar nilai di ruang kelas. Ketika sekolah memberikan ruang yang cukup bagi siswa untuk mengembangkan bakat, proses pendidikan dapat melahirkan prestasi sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap budaya dan membentuk karakter yang kuat.