Kamis, 03 September 2026 03:00 UTC

Tim Melesat UB saat memberikan materi literasi keuangan kepada warga binaan Lapas Perempuan Malang. Foto: TIm Melesat UB.
JATIMNET.COM, Malang - Sebanyak 30 warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas IIA Malang kembali mendapat pembekalan untuk mempersiapkan kemandirian ekonomi setelah bebas.
Setelah mengikuti pelatihan keterampilan seperti menjahit, ecoprint, dan kerajinan tangan, kini mereka dilatih mengelola keuangan sekaligus memasarkan produk melalui Program G.R.O.W. yang digelar Tim MELESAT Universitas Brawijaya (UB), Kamis – Jumat, 27 hingga 28 Agustus 2026.
Program tersebut merupakan bagian dari inisiatif ACTION (Agent of Change for Financial Literacy & Inclusion) Asuransi Astra bersama UB.
Pelatihan tidak hanya memberikan pemahaman mengenai pengelolaan keuangan, tetapi juga mengajak peserta menyusun dan mempraktikkan model bisnis.
Peserta mempelajari cara membedakan kebutuhan dan keinginan, mengatur pendapatan dan pengeluaran, menyusun anggaran, serta menabung.
Mereka juga dikenalkan dengan transaksi digital seperti uang elektronik, dompet digital, QRIS, dan perbankan digital.
Selain itu, peserta mendapat materi mengenai keamanan transaksi, perlindungan data pribadi, serta kewaspadaan terhadap pinjaman online dan investasi ilegal.
Setelah memahami dasar pengelolaan keuangan, peserta diarahkan mengembangkan keterampilan yang telah dimiliki menjadi peluang usaha.
Dengan pendampingan Tim MELESAT UB, mereka menyusun Business Model Canvas (BMC) untuk menentukan produk, target konsumen, strategi pemasaran, hingga kebutuhan usaha.
Rancangan tersebut kemudian dipraktikkan melalui simulasi pasar menggunakan marketplace digital.
Peserta belajar menentukan kebutuhan alat dan bahan, menghitung biaya produksi, hingga menetapkan harga jual.
Salah seorang peserta, Silvi Handayani, mengatakan pelatihan tersebut memberinya pengetahuan baru mengenai manajemen keuangan dan peluang usaha.
“Banyak yang saya dapat dari Program GROW ini, terutama dari manajemen keuangan. Saya bisa mencari peluang usaha yang lain. Saat keluar, saya bisa membuat usaha baru dan membuka lapangan usaha untuk yang lain,” ujar Silvi.
Program G.R.O.W. yang merupakan akronim dari Gauge, Refine, Organize, dan Workshop Simulation tersebut menghasilkan Financial Business Blueprint dan profil usaha peserta.
Rencana usaha tersebut selanjutnya dapat dikembangkan melalui marketplace binaan. Tim MELESAT UB juga akan melakukan monitoring dan pendampingan untuk membantu peserta mengembangkan usaha secara berkelanjutan.
Dengan demikian, pembinaan yang diterima warga binaan tidak berhenti pada keterampilan membuat produk. Mereka juga dibekali kemampuan menghitung biaya, menentukan harga, mengelola keuangan, dan mengenalkan produk kepada calon konsumen.
Pembekalan tersebut diharapkan dapat menjadi bekal bagi warga binaan untuk mengembangkan usaha dan memperoleh penghasilan ketika kembali ke tengah masyarakat.
