Logo

Di Rakernas Tilawati 2026, Ketum Ingatkan Profesionalisme dan Penguatan Spiritual

Reporter:,Editor:

Sabtu, 24 January 2026 07:30 UTC

Di Rakernas Tilawati 2026, Ketum Ingatkan Profesionalisme dan Penguatan Spiritual

Suasana Rakernas Tilawati 2026 yang digelar digelar di Hotel Namira, Sabtu, 24 Januari 2026. Foto: Januar.

JATIMNET.COM, Surabaya – Rapat kerja nasional (Rakernas) Tilawati 2026 digelar di Hotel Namira, Surabaya. Acara yang berlangsung sejak 23-25 Januari 2026 ini diikuti oleh 87 perwakilan puluhan kepala cabang Tilawati dari seluruh Indonesia, seperti Sampit, Palangkaraya, dan Gowa.

Rakernas yang dihelat oleh Pesantren Al-Qur’an Nurul Falah Surabaya ini mengangkat tema Penguatan Manajemen Organisasi Dakwah yang Profesional di Era Disruption.

Ketua Sie Acara Rakernas Tilawati 2026, Ustaz Muhammad Choiri, mengungkapkan ada alasan dipilihnya Surabaya sebagai tuan rumah acara tahunan ini.

“Tilawati ini lahir dan berawal dari Surabaya. Kami ingin mengobati kerinduan kawan-kawan daerah untuk kembali menghirup suasana Surabaya,” ujarnya.

Rakernas 2026 ini difokuskan pada penguatan sinergi serta profesionalisme manajemen cabang Tilawati di seluruh Indonesia.

Terkait perkembangannya, Choiri menyebutkan bahwa metode Tilawati mengalami pertumbuhan yang pesat secara nasional. Khusus di Surabaya, hampir seluruh lembaga pendidikan formal maupun nonformal telah menggunakan metode Tilawati dalam pembelajaran Al-Qur’an.

“Perkembangan Tilawati, alhamdulillah luar biasa. Hampir seluruh sekolah formal dan nonformal di Surabaya menggunakan Tilawati,” katanya.

Dalam Rakernas 2026 ini, Tilawati menargetkan penguatan internal organisasi melalui peningkatan profesionalisme manajemen cabang. Salah satu upaya yang dilakukan adalah menghadirkan pemateri di bidang manajemen, termasuk Coach Fahmi.

“Dengan manajemen cabang yang profesional, kami berharap perjuangan untuk memberantas buta huruf Al-Qur’an di daerah-daerah semakin pesat,” ujar Choiri sembari menyatakan bahwa Rakernas Tilawati sebelumnya telah dihelat di sejumlah daerah seperti Yogyakarta, Pasuruan, dan Kota Batu.

Dalam sambutannya, Ketua Umum Tilawati, Dr. Umar Jaeni menekankan pentingnya keseimbangan antara profesionalisme manajerial dan penguatan spiritualitas dalam dakwah Al-Qur’an.

“Manajemen harus ditata secara profesional, tetapi riyadhoh sebagai ruh dakwah juga harus ditingkatkan. Guru ngaji jangan lupa mendoakan santri dan sesama pejuang Al-Qur’an,” tuturnya.

Ia mengingatkan agar para penggiat dakwah tetap menjaga keikhlasan dan kedekatan spiritual kepada Allah SWT di tengah tantangan zaman yang terus berkembang.

Rakernas Tilawati Nasional 2026 secara resmi dibuka oleh Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kementerian Agama RI, Dr. Basnang Said. Dalam sambutannya, ia mendorong Tilawati untuk memperluas jangkauan dakwah hingga ke seluruh kabupaten dan kota di Indonesia.

“Yakinlah, orang yang mengajarkan Al-Qur’an tidak akan pernah miskin. Ada keberkahan di setiap pengajaran Al-Qur’an,” tegasnya.

Melalui Rakernas Tilawati 2026, Tilawati Indonesia meneguhkan komitmen untuk terus menghadirkan dakwah Al-Qur’an yang profesional, berkarakter, dan berkelanjutan di tengah era disrupsi.