Logo
Dorong Kolaborasi dan Integritas Ilmiah

ARJUNU AWARD 2026, Apresiasi Kerja Sunyi Pengelola Jurnal PTNU

Reporter:,Editor:

Rabu, 11 February 2026 06:06 UTC

ARJUNU AWARD 2026, Apresiasi Kerja Sunyi Pengelola Jurnal PTNU

Melalui Arjunu Award 2026 mendorong dosen untuk membuat jurnal, Rabu, 11 Februari 2026. Foto: Januar

JATIMNET.COM, Surabaya — ARJUNU AWARD 2026 menjadi ajang apresiasi bagi para pengelola jurnal di lingkungan Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (PTNU) yang selama ini bekerja di balik layar. Panitia menggelar kegiatan bertema Sinergi PTNU melalui Peran LPPM dan Pengelola Jurnal di Auditorium Lantai 9 Tower UNUSA Kampus B Jemursari, Surabaya.

Pembina ARJUNU, Ali Formen, menekankan bahwa membangun jurnal ilmiah bukan proses instan. Ia menilai keberhasilan jurnal lahir dari kerja panjang yang konsisten serta dukungan kolaboratif antarpengelola. “Kunci pengelolaan jurnal ada pada kolaborasi. Kita memiliki modal yang sangat kuat, bukan hanya sebagai institusi akademik, tetapi juga sebagai jamaah yang dibangun atas dasar kepercayaan,” ujarnya, Rabu, 11 Februari 2026.

Ali Formen juga mengajak seluruh pengelola jurnal untuk menjaga tradisi saling percaya dan rendah hati dalam proses pengembangan jurnal ilmiah. Ia menegaskan pentingnya budaya belajar bersama agar ekosistem jurnal tidak berjalan kaku. Menurutnya, pengelola seharusnya membangun sistem yang saling mendukung serta memperkuat jejaring antarjurnal di lingkungan PTNU.

BACA: Jabat Rektor Unusa, Prof Triyogi Janji Kembangkan Tiga Sektor Ini

Ketua Asosiasi Relawan dan Pengelola Jurnal PTNU (ARJUNU), Fifi Khoirul Fitriyah, menegaskan bahwa penghargaan tersebut bukan sekadar seremoni. “Ini bukan tentang sertifikat atau tepuk tangan. ARJUNU AWARD adalah tentang perjuangan panjang para pengelola jurnal tentang kerja sunyi yang dilakukan dengan tekun, konsisten, dan penuh tanggung jawab,” ujarnya.

Sebanyak 260 peserta menghadiri kegiatan ini. Mereka terdiri atas pengelola jurnal dan pimpinan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) PTNU dari berbagai daerah di Indonesia. Dalam kesempatan itu, panitia juga memaparkan capaian jurnal PTNU, di antaranya enam jurnal telah terindeks Scopus, delapan jurnal meraih peringkat SINTA 1, serta 18 jurnal masuk SINTA 2. Selain itu, puluhan jurnal lainnya menempati peringkat SINTA 3 hingga SINTA 6.

Fifi mengingatkan pengelola jurnal agar tidak terlena oleh capaian indeksasi. “Setiap indeks hanyalah penanda perjalanan. Semakin tinggi indeksnya, semakin besar tanggung jawab moral dan integritas ilmiah yang harus dijaga,” pungkasnya.