Jumat, 06 February 2026 05:30 UTC

Mensos Gus Ipul saat bersama siswa Sekolah Rakyat Kabupaten Tuban di Jumat 6 Februari 2026. Foto: Zidni Ilman
JATIMNET.COM, Tuban – Program Sekolah Rakyat yang dijalankan pemerintah tidak hanya berfokus pada pendidikan anak, tetapi juga dirancang sebagai instrumen pengentasan kemiskinan. Hal tersebut ditegaskan Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf saat meninjau pelaksanaan Sekolah Rakyat Terintegrasi 18 di Kabupaten Tuban.
Dalam kunjungan kerjanya di Pendopo Krida Manunggal Tuban, Jumat, 6 Februari 2026, Gus Ipul menyampaikan bahwa Sekolah Rakyat merupakan bagian dari gagasan besar Presiden Prabowo Subianto dalam memutus rantai kemiskinan melalui pendekatan terpadu.
Menurut Gus Ipul, program ini tidak berhenti pada penyediaan pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Orang tua siswa juga didorong untuk terlibat dalam berbagai program pemberdayaan yang disiapkan pemerintah, mulai dari bantuan sosial hingga peningkatan keterampilan ekonomi.
BACA: Mensos Gus Ipul Apresiasi Perkembangan Sekolah Rakyat di Tuban, Tunjukkan Hasil Menggembirakan
“Saya bangga dan berterima kasih kepada bupati dan kepala sekolah yang sudah memberikan dukungan penuh. Ini pertama kalinya Sekolah Rakyat kita selenggarakan sebagai bagian dari gagasan Presiden Prabowo untuk mengentaskan kemiskinan,” tegasnya.
Secara nasional, Sekolah Rakyat saat ini telah menjangkau lebih dari 15 ribu siswa dengan dukungan sekitar 2 ribu guru dan 4 ribu tenaga kependidikan. Program ini telah berjalan di 166 titik di berbagai wilayah Indonesia sejak pertengahan 2025.
Gus Ipul menilai, pendekatan terpadu antara pendidikan anak dan pemberdayaan keluarga menjadi kekuatan utama Sekolah Rakyat. Dengan model tersebut, pemerintah berharap dampak program tidak hanya dirasakan jangka pendek, tetapi juga berkelanjutan.
BACA: Mensos Targetkan Sekolah Rakyat Hadir di Setiap Kabupaten/Kota
Ke depan, pemerintah pusat akan membangun sekolah permanen berkapasitas hingga seribu siswa yang mencakup jenjang SD, SMP, hingga SMA. Pembangunan sekolah permanen tersebut telah dimulai di 104 titik pada tahun ini.
Langkah tersebut diharapkan mampu memperkuat peran Sekolah Rakyat sebagai pilar pendidikan sekaligus strategi jangka panjang dalam pengentasan kemiskinan di Indonesia.
