Kamis, 22 January 2026 04:30 UTC

Suasana workshop "AI Tools for Journalists" yang digelar Suara.com bersama Community (LMC) dan Google News Initiative di Surabaya pada 20-21 Januari 2026. Foto: Panitia Workshop.
JATIMNET.COM, Surabaya – Perkembangan teknologi digital yang semakin pesat telah merambah di setiap bidang profesi, tak terkecuali jurnalis. Untuk menghasilkan karya jurnalistik yang cepat, tepat, akurat, dan relevan, penguasaan alat bantu digital memang dibutuhkan saat ini.
Merespons tantangan ini, Suara.com bersama Local Media Community (LMC) dan Google News Initiative menggelar workshop "AI Tools for Journalists" di Surabaya pada 20-21 Januari 2026.
Pelatihan intensif yang berlangsung di Hotel Kampi ini fokus membekali jurnalis dengan keahlian verifikasi digital serta teknik liputan investigatif.
Program ini dirancang khusus untuk memperkuat kapasitas jurnalis Indonesia dalam memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) secara optimal dalam setiap proses jurnalistik.
PIC program Arsito Hidayatullah menekankan bahwa perubahan ekosistem informasi yang sangat cepat mengharuskan jurnalis menguasai alat bantu digital yang tepat.
"Jurnalis tidak cukup hanya mengandalkan intuisi dan pengalaman, tetapi juga harus menguasai alat bantu digital yang tepat agar tetap akurat dan relevan," katanya.
BACA: Muamalah dan Kecerdasan Buatan, Antara Manfaat dan Batas Syar'i
Sejumlah 25 jurnalis dari media lokal hingga aktivis pers mahasiswa se-Jawa Timur antusias mengikuti sesi pelatihan berbasis praktik secara langsung. Para peserta diajak mendalami asisten kecerdasan buatan Gemini untuk mengoptimalkan efisiensi serta akurasi kerja di ruang redaksi mereka masing-masing.
Materi pelatihan mencakup penggunaan Google Trends, Google Lens, hingga Fact Check Explorer untuk kebutuhan verifikasi visual dan pengecekan fakta yang presisi.
Peserta juga mengeksplorasi Pinpoint dan NotebookLM sebagai alat bantu riset mendalam untuk mengolah data kompleks dalam sebuah liputan investigatif.
Dalam pelatihan kali ini, Jurnalis Suara.com Chandra Iswinarno dan Jurnalis Beritajatim.com Ahmad Baiquni menjadi trainer untuk membekali peserta dengan teknik prompting AI yang efektif dan efisien.
Keahlian ini sangat krusial agar teknologi kecerdasan buatan dapat memberikan hasil maksimal, mulai dari tahap riset awal hingga pengolahan data pendukung berita.
BACA: Pemkab Gresik Gunakan AI untuk Akses Dokumentasi dan Informasi Hukum
Program ini diharapkan tidak hanya berhenti di ruang kelas, tetapi memberikan dampak nyata bagi penguatan ekosistem media lokal di Indonesia.
"Kami mendorong peserta untuk benar-benar menerapkan pengetahuan ini di redaksi masing-masing, sekaligus membagikannya kepada rekan sejawat agar dampaknya memperkuat ekosistem media lokal," ujarnya.
Seorang peserta, M Rizky Pratama Putra mengakui bahwa pelatihan ini memberikan pengalaman baru yang sangat bermanfaat bagi produktivitas kerja jurnalis.
“Kita belajar Gemini, bagaimana mengoperasikannya dan menggunakannya sesuai profesi jurnalis, mulai dari cek fakta hingga analisis data yang rumit," jelas Arsito.
Penggunaan teknologi AI terbukti mempermudah jurnalis dalam menarik kesimpulan cepat dari kumpulan data berskala besar, seperti perbandingan upah minimum.
"Dengan data yang banyak, kita bisa menarik kesimpulan lebih cepat dan ini sangat membantu kerja jurnalistik," ucapnya.
Selain peningkatan kompetensi teknis, workshop ini menjadi ajang bagi para jurnalis muda untuk membangun jejaring lintas media dan daerah yang solid. Rizky menyebutkan manfaat koneksi tersebut.
"Kami dapat koneksi dari berbagai media dan daerah, apalagi ini baru awal karena akan ada kelas lanjutan," lanjut Arsito.
Melalui inisiatif ini, Suara.com dan Google News Initiative berkomitmen melahirkan jurnalis tangguh yang mampu memanfaatkan teknologi AI secara etis dan bertanggung jawab.
Sinergi ini bertujuan menciptakan karya jurnalistik berkualitas yang siap menghadapi tantangan disinformasi di era digital yang semakin kompleks.
