Survei LKPI, Suara Joko Widodo-Ma’ruf Amin Merosot

Baehaqi Almutoif

Sabtu, 6 April 2019 - 06:30

JATIMNET.COM, Surabaya - Survei Lembaga Kajian Pemilu Indonesia (LKPI) menyebut jelang pencoblosan, Pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden Prabowo Subianto-Sandiaga Uno unggul.

Elektabilitas capres-cawapres nomor urut 02 ini 58,1 persen. Sedangkan elektabilitas Calon Presiden dan Wakil Presiden Joko Widodo-Ma’ruf Amin 40,9 persen. “Yang tidak memilih 1 persen,” ujar Direktur Eksekutif LKPI, Tubagus Alvin dalam keterangan resminya, Jumat 4 April 2019.

Survei LKPI dilaksanakan dari tanggal 20 Maret hingga 3 April 2019, dengan melibatkan 2.426 responden. Alvin menyebut, margin of error dari ukuran sampel tersebut sebesar kurang lebih 1,99 persen. Tingkat kepercayaan survei ini diklaimnya 95 persen.

BACA JUGA: Survei Pilpres, Pengamat: Margin Suara Dua Paslon Menyempit

Responden terpilih, diwawancarai lewat tatap muka oleh surveior yang telah dilatih. Quality control terhadap hasil wawancara dilakukan secara random, 35 persen dari total sample oleh penyelia surveior dengan kembali mendatangi responden terpilih (spot-check) .

“Menurunnya tingkat pendapatan dan perekonomian yang sangat dirasakan oleh Masyarakat Indonesia sebesar 85,5 persen selama kurun waktu empat tahun terakhir menjadi alasan masyarakat tidak percaya lagi dengan Jokowi,” ungkap Alvin.

Ia membenarkan bahwa faktor ekonomi menjadi pendorong beralihnya pemilih ke Prabowo-Sandi. Sebanyak 58,1 persen masyarakat berpendapat, negara saat ini sedang berjalan ke arah yang salah.

BACA JUGA: Kutip Hasil Survei Media, Puan Yakini Elektabilitas Jokowi Tinggi

Hal itu didasari dari utang negara yang terus bertambah, tingginya tingkat korupsi, mempermudah masuknya tenaga kerja asing di Indonesia, serta maraknya jual beli jabatan di pemerintahan dari tingkat desa sampai ke tingkat pusat.

Tak hanya itu, kata dia, ketidakpuasan masyarakat juga menyangkut berkembangnya ideologi khilafah yang terus meningkat, sehingga mengancam ideologi Pancasila dan suburnya politik identitas dalam kehidupan sosial Politik.

“Hal ini tercermin  dari temuan survei sebanyak 79,1 persen sehingga mengakibatkan ketidakpuasan masyarakat mencapai 65,6 persen,” tuturnya.

BACA JUGA: Survei: Didukung Risma Berpeluang Menangi Pilwali Surabaya

Sementara itu, Alvin juga mengungkapkan sumber perolehan dana dalam melakukan survei kali ini. Karena, kata dia, sebelumnya belum ada lembaga survei yang menjelaskan dari mana dana penelitian didapat.

“Yang pertama, dana didapat dari sumbangan donatur yang terdiri dari pengusaha-pengusaha yang tidak ingin disebutkan namanya. Yang kedua, dana dari LKPI sendiri,” bebernya.

Menurutnya, para pengusaha menginginkan survei yang independen untuk menentukan kebijakan usahanya di tanah air. “Ini juga penting bagi mereka untuk mengambil kebijakan terkait investasinya di Indonesia,” pungkasnya.

Baca Juga

loading...