JATIMNET.COM, Surabaya - Benarkah siapapun yang didukung Tri Rismaharini di Pililihan Wali Kota Surabaya 2020 nanti berpotensi menang? Jawaban survei SSC (Surabaya Survey Center) menunjukkan peluang itu. 

Direktur Surabaya Survey Center Mochtar W. Oetomo, mengatakan dalam surveinya muncul sebuah nama yang tidak diduga. Nama tersebut mendapatkan perolehan 9 persen. "Ia adalah: siapapun kandidat yang didukung oleh Wali Kota Risma," kata Mochtar dalam paparan hasil riset SSC di Hotel Yellow, Rabu 9 Januari 2019.

"Ini berarti, dengan posisi sekarang, siapapun nama yang mendapatkan dukungan dari Wali Kota Risma secara otomatis telah memiliki modal awal sebesar 9 persen. Sudah sangat cukup untuk langkah awal. Walaupun masih memiliki selisih yang lumayan dengan yang berada di posisi pertama dan kedua," katanya.

Dalam survei elektabilitas kandidat calon wali kota Surabaya, SSC merilis sejumlah nama. Wakil Wali Kota Surabaya Wisnu Sakti Buana berada di posisi pertama dengan perolehan 15.4 persen. Di posisi kedua dan ketiga, secara berurutan adalah Puti Guntur Soekarno dengan 15.1 persen dan Adies Kadir dengan 6.9 persen.

Di peringkat selanjutnya, nama musisi yang sekarang jadi tersangka kasus ujaran kebencian Ahmad Dhani dengan 4.5 persen, sama dengan Armuji berada di posisi keempat dengan perolehan sama 4.5 persen. Lalu ada nama Fandi Utomo dengan 4.3 persen dan Arzeti Bilbina dengan 4 persen.

Lebih lanjut, di kisaran elektabilitas 2 persen dan 1 persen hingga 0 persen, Mochtar membeberkan juga ada beberapa nama yang masuk. Untuk kisaran 2 persen, ada Azrul Ananda dengan 2.8 persen dan Anwar Sadad dengan 2.5 persen serta Bayu Airlangga dengan 2 persen. 

Di kisaran satu persen, Dyah Katarina dan Halim Iskandar mendapatkan 1.2 persen. Berikutnya Masfuk mengantongi 1.6 persen lalu Mahfud Arifin meraih 1.5 persen. "Sisanya ini berada di kisaran 0 persen. Agus Maimun dan Eri Cahyadi serta Hendro Gunawan lalu Suko Widodo dengan 0.4 persen," ujarnya.

Lalu ada nama M. Habibur Rahman dengan 0.8 persen, Musyafak Rouf dan Abid Umar serta Nurwiyatno dengan 0.5 persen, M. Nur Arifin dengan 0.3 persen, Renville Antonio 0.8 persen, Sri Untari 0.9 persen.

Di sisi lain, menurut Mochtar tingkat undecided voters (belum menentukan pilihan) pada survei jenis ini juga masih ada. "Sebanyak 13.3 persen responden menjawab tidak tahu atau tidak menjawab dan 1.1 persen sisanya menjawab lain-lain," katanya.

Hasil survei yang dirilis oleh SSC pada kesempatan ini berdasarkan pada survei yang dilaksanakan mulai 20-31 Desember 2018 di 31 Kecamatan di Kota Surabaya. Riset yang dilakukan menggunakan 1000 responden melalui teknik stratified multistage random sampling dengan margin of error kurang lebih sebanyak 3.1 persen dan tingkat kepercayaan sebesar 95 persen.