JATIMNET.COM, Surabaya – Sekolah Rakyat Kejawan memanfaatkan Alat Peraga Kampanye (APK) parpol maupun caleg sebagai inovasi tas handmade. Pembuatan tas ini selain untuk mengajarkan kewirausahaan, sekaligus membersihkan sampah kampanye yang masuk masa tenang mulai Minggu 14 April 2019.

Tas yang dibuat siswa-siswa Sekolah Rakyat Kejawan ini dari APK, dengan berbagai macam produk. Pantauan Jatimnet.com, siswa diajarkan membuat tas sekolah, tas untuk mengaji, untuk menyimpan kotak makan dan jenis tas lain.

“Pagi tadi kami mengambil APK di daerah Keputih dan Jalan Kejawan. Dalam waktu kurang lebih satu jam, kami memperoleh 200 APK,” kata Kepala Sekolah Rakyat Kejawan Radian Jadid saat diwawancarai di sekolahnya, Minggu 14 April 2019.

Selain mengedukasi anak-anak yang balajar di Sekolah Rakyat Kejawan, ia ingin berpartisipasi dalam merapikan APK di masa tenang kampanye.

BACA JUGA: Kontes Rancang Robot Mitigasi Bencana di UWK Surabaya

Jadid mengungkapkan pihaknya sudah berkoordinasi dengan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Surabaya untuk mengambil APK dan mendaur ulangnya.

“Setelah pelaksanaan pemilu, saya akan menerima dari bawaslu. Di antaranya APK dari wilayah Mulyorejo," katanya.

Dengan banyaknya APK yang diberikan gratis ke Sekolah Rakyat Kejawan akan digunakan untuk melatih kewirausahaan siswa. Khususnya dalam berkreasi dan membuat inovasi dari banner tersebut.

Selain diajarkan memproduksi, anak-anak akan diajarkan menjual kreasinya, lanjut Jadid. Harapannya untuk inisiatif berwirausaha, dan memicu berkarya.

BACA JUGA: Begini Cara Banyuwangi Mendongkrak Kapasitas Perajin Lokal

Life skill seperti ini jarang di peroleh di pendidikan normal. Maka itu, kami memberikan materi tambahan. Selain sekolah formal, Sabtu-Minggu diisi dengan life skill seperti ini,” kata Jadid.

Sementara itu, founder Gerakan Peduli Sekitar, Nabilla Fadlina mengungkapkan upaya ini dilakukan untuk mengurangi limbah kampanye dari caleg maupun parpol.

“Untuk saat ini kami ajarkan membuat tas dulu seperti tas sekolah, ngaji, buat tempat makan dan tas lainnya. Setelah itu kami minta adik-adik menggambar atau menulis sesuai keinginan di tas yang sudah diciptakan,” katanya.

Apabila dari materi kewirausahaan ini membuahkan hasil yang bagus, pihaknya akan menjual produk-produk tersebut untuk penggalangan dana.

BACA JUGA: Jokowi Ingatkan Pensiunan Jeli Melihat Peluang Usaha

Nabila berharap pengelolaan limbah dilakukan semaksimal mungkin agar tidak mencemari lingkungan. Selain itu, ke depannya agar kampanye tidak perlu menghasilkan sampah lebih banyak dengan memasang baliho secara berlebihan.

“Para caleg maupun parpol saya minta kesadarannya untuk meminimalisasi tersebarnya APK sekaligus membersihkankannya,” kata Nabila.

Berdasarkan pantauan Jatimnet.com, kegiatan ini dimulai pukul 12.00 WIB di sekolah yang berada di kawasan Jalan Kejawan Putih, dengan diikuti kurang lebih 60 siswa SD, SMP, dan juga SMA, dari warga sekitar. Kegiatan ini didampingi relawan baik dari Gerakan Peduli Lingkungan, mahasiswa, dan unsur lainnya.

Ukuran APK yang diambil oleh Sekolah Rakyat Kejawan rata-rata berukuran 70 cm x 1 meter untuk menghasilkan dua tas kecil berukuran 45 cm x 20 cm. Sementara APK berkuran 1 x 1,5 meter bisa menghasilkan empat tas, dengan ukuran yang sama.