Rampas Alat Kerja Jurnalis, Kapolresta Pasuruan Diminta Tindak Anggotanya

Hari Istiawan

Senin, 25 Maret 2019 - 21:15

JATIMNET.COM, Surabaya - Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Malang mengecam dan memprotes perampasan dan penghapusan video dan gambar milik jurnalis TVOne Ary Suprayogi dan Iwan Nurhidayat (Suarapublik.com) saat melakukan kerja jurnalistik di Markas Kepolisian Pasuruan Kota pada Senin, 25 Maret 2019.

Penghapusan gambar dan video dua jurnalis tersebut juga disertai intimidasi. “Hei, ngapain ini ambil gambar. Sudah ada izinnya ya dari Propam. Hapus!” kata Ary Suprayogi, menirukan kata-kata salah seorang anggota Polres Pasuruan Kota yang melihat kedua jurnalis ini mengambil gambar video.

Dalam rilis yang disampaikan AJI Malang, Ary Suprayogi menuturkan, saat itu dirinya bersama iwan memang sedang mengambil gambar untuk berita empat tahanan Polresta Pasuruan yang kabur. Mereka mengambil gambar suasana dan kondisi markas, termasuk lorong dan papan bertulisan Polres Pasuruan Kota.

BACA JUGA: JK Berharap Pelaku Kekerasan Jurnalis Diproses Hukum

Sekitar pukul 09.18 WIB Ary dan Iwan bertemu Kepala Satuan Reserse Kriminal Ajun Komisaris Polisi (AKP) Slamet Santoso dan Abdul Majid, wartawan JTV. Mereka pun terlibat obrolan ringan di samping ruang pertemuan sisi barat.

Berselang 20 menit, Ary dan Iwan melanjutkan pengambilan gambar di jalan depan ruang tahanan laki-laki dari jarak sekitar 7 meter alias tidak sampai masuk ke dalam ruang tahanan.

Saat mereka mengambil gambar, tiba-tiba dua personel (satu berseragam dan satu berpakaian biasa) berteriak agar menghapus semua gambar yang direkam.

Saat bersamaan ada anggota berseragam Propam di dekat lokasi kejadian. Dua anggota Polres Pasuruan Kota itu kemudian merampas alat perekam milik Iwan dan kamera milik Ary yang sudah berisi video dan gambar hasil liputan. Kedua polisi menghapus seluruh gambar dan video. Ary Suprayogi sempat memprotes perlakuan tersebut tapi tidak digubris. 

BACA JUGA: LBH Pers Tuntut Polisi Usut Kekerasan Jurnalis 

Selanjutnya anggota Propam membawa ketiga wartawan (Abdul Majid, Ary Suprayogi, dan Iwan Nurhidayat) menjumpai Kepala Subbagian Humas Polresta Pasuruan Kota AKP Endy Purwanto. AKP Endy mengakui ada kesalahpahaman dan lalu meminta agar ketiga wartawan melakukan pengambilan gambar ulang dengan pengawalan Endy.

Atas kejadian ini, AJI Malang meminta kepada Kepala Kepolisian Resor Pasuruan Kota untuk memberikan sanksi tegas kepada anggotanya yang telah menghambat atau menghalangi pekerjaan wartawan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (2) dan ayat (3) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

“Tindakan perlu diberikan supaya kejadian serupa tidak berulang di masa mendatang,” kata Sekretaris AJI Malang Abdul Malik, Senin 25 Maret 2019.

BACA JUGA: Dua Jurnalis di Sultra Dipidanakan Karena Berita

Menurut Malik, dalam Pasal 18 UU Pers disebutkan bahwa setiap orang yang secara melawan hukum dengan sengaja melakukan tindakan yang berakibat menghambat atau menghalangi pelaksanaan ketentuan Pasal 4 ayat (2) dan ayat (3) dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 tahun atau denda paling banyak Rp 500 juta rupiah.

“Kami mengimbau semua pihak untuk selalu menghormati perundang-undangan yang berlaku dan melindungi jurnalis dalam menjalankan profesinya. Setiap terjadi sengketa pemberitaan diselesaikan dengan menempuh mekanisme yang diatur dalam UU Pers,” ujar Malik mengakhiri.

Baca Juga

loading...