Kamis, 23 July 2026 13:50 UTC

Korban pembegalan yang terjadi di jalur wisata Pantai Bentar Probolinggo. Foto: Zulafif
JATIMNET.COM, Probolinggo – PROBOLINGGO – Aksi pembegalan kembali terjadi di jalur Pantura kawasan Wisata Pantai Bentar, Kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo, Kamis dini hari, 23 Juli 2026. Dalam satu rangkaian kejadian, komplotan pelaku yang diduga membawa senjata tajam jenis celurit berhasil merampas dua sepeda motor, termasuk milik seorang warga yang berhenti untuk menolong korban pertama.
Korban pertama adalah Eka Dewi Agustin, warga Dusun Krajan, Desa Curahsawo, Kecamatan Gending. Saat itu, ia sedang mengendarai sepeda motor Honda Beat merah bernomor polisi N 2431 MD menuju tempat kerjanya sebagai buruh laundry.
Ketika melintas di kawasan Pantai Bentar, sepeda motor yang dikendarainya diduga diserempet pelaku hingga terjatuh. Awalnya, Eka mengira insiden tersebut merupakan kecelakaan lalu lintas biasa.
Namun, setelah berusaha bangkit, ia justru didatangi empat orang yang datang menggunakan dua sepeda motor. Para pelaku kemudian mengancam korban dan membawa kabur sepeda motor miliknya.
Akibat kejadian itu, Eka mengalami luka pada bagian kaki karena terjatuh. Selain itu, ia kehilangan kendaraan yang selama ini menjadi sarana utama untuk berangkat bekerja.
Eka mengaku sangat terpukul karena sepeda motor tersebut dibeli dari hasil menabung selama bertahun-tahun.
"Motor itu saya beli dari hasil menabung bertahun-tahun. Sekarang motor hilang, saya bingung karena dipakai untuk berangkat kerja setiap hari," ungkapnya.
Tak lama berselang, seorang warga bernama Tulis (55), asal Dusun Parsean, Desa Tamansari, Kecamatan Dringu, melintas di lokasi kejadian. Pegawai Wisata Religi Miniatur Ka'bah itu menghentikan kendaraannya setelah melihat Eka terjatuh dengan maksud memberikan pertolongan.
Niat baik tersebut justru membuat Tulis menjadi korban berikutnya. Komplotan pelaku mengancamnya menggunakan celurit dan memaksa menyerahkan sepeda motor yang dikendarainya.
Demi menyelamatkan diri, Tulis memilih tidak melakukan perlawanan karena khawatir menjadi sasaran serangan senjata tajam.
"Pelaku sempat mengayunkan celurit ke arah saya. Saya takut kena bacok, jadi saya bilang bawa saja motornya. Yang penting saya selamat," ujar Tulis.
Sekretaris Desa Curahsawo, Supandi, mengatakan jalur Pantura di sekitar kawasan Wisata Pantai Bentar sudah lama dikeluhkan warga karena dinilai rawan tindak kriminal, terutama pada malam hingga dini hari.
Menurutnya, masyarakat berharap aparat kembali mengaktifkan pos polisi di kawasan tersebut guna meningkatkan keamanan dan mencegah terulangnya aksi kejahatan.
"Jalur Pantura di sekitar Pantai Bentar memang sering dikeluhkan warga karena rawan kejahatan saat malam hari. Kami berharap pos polisi di kawasan tersebut bisa diaktifkan kembali agar masyarakat merasa lebih aman," kata Supandi.
Peristiwa tersebut telah dilaporkan kepada pihak kepolisian dan kini masih dalam proses penyelidikan. Para korban berharap pelaku segera ditangkap, sementara dua sepeda motor yang menjadi penunjang aktivitas kerja mereka dapat ditemukan.
Kasus ini kembali menambah daftar aksi pembegalan di wilayah hukum Polres Probolinggo. Peristiwa tersebut sekaligus memunculkan harapan masyarakat agar pengamanan di jalur Pantura, khususnya kawasan Wisata Pantai Bentar, diperketat demi mencegah kejadian serupa terulang.
