Logo

Rutan Kelas I Surabaya Perketat Pengawasan, P2U Jadi Titik Perhatian

Reporter:,Editor:

Selasa, 01 September 2026 12:54 UTC

Rutan Kelas I Surabaya Perketat Pengawasan, P2U Jadi Titik Perhatian

Rutan Kelas 1 Surabaya mulai mempersiapkan pengawasan ketat di dalam rutan, Selasa, 1 September 2026. Foto: Januar

JATIMNET.COM, Surabaya – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Surabaya memperketat pengawasan terhadap akses dan aktivitas di lingkungan rutan untuk mencegah gangguan keamanan dan ketertiban.

Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan Kelas I Surabaya Andra Naftali Gustaf Vano mengatakan, seluruh petugas diminta menjalankan pemeriksaan dan prosedur pengamanan secara disiplin, terutama di Pintu Pengamanan Utama (P2U).

“Pengamanan harus dilakukan dengan penuh kewaspadaan. Jangan sampai ada celah yang dapat dimanfaatkan untuk menimbulkan gangguan keamanan dan ketertiban,” kata Andra dalam kegiatan Penguatan Tugas dan Fungsi Keamanan di Aula Lantai 3 Gedung Utama Rutan Kelas I Surabaya, Selasa (1/9/2026).

Menurut Andra, P2U menjadi titik penting karena menjadi akses keluar-masuk lingkungan rutan. Petugas harus melakukan pemeriksaan secara cermat dan tidak sekadar menjalankan rutinitas.

“P2U menjadi salah satu titik penting dalam sistem pengawasan. Setiap pemeriksaan harus dilakukan secara cermat dan sesuai prosedur, tidak boleh hanya mengandalkan rutinitas,” ujarnya.

Untuk memperkuat pengamanan, jajaran Rutan Kelas I Surabaya menggelar konsolidasi bersama seluruh Kepala Regu Pengamanan dan anggota. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi sarana evaluasi serta penyamaan pemahaman mengenai tugas dan tanggung jawab setiap petugas.

“Kita lakukan konsolidasi untuk menyamakan langkah dan memastikan seluruh jajaran memahami kembali tugasnya masing-masing. Pengamanan membutuhkan koordinasi dan komunikasi yang baik,” kata Andra.

Petugas juga mendapat penguatan mengenai prosedur pengamanan Wasrik dan pelaksanaan serah terima piket. Andra menekankan pentingnya penyampaian informasi secara lengkap saat pergantian regu agar tidak ada informasi penting yang terputus.

“Jangan sampai ada informasi yang terputus saat pergantian regu. Komunikasi yang jelas menjadi bagian dari pengawasan agar potensi gangguan dapat diketahui dan diantisipasi lebih awal,” ujarnya.

 

Selain prosedur, Andra menilai integritas petugas menjadi faktor penting dalam menjaga keamanan. Ia meminta seluruh personel tetap disiplin, jujur, profesional, dan tidak mengabaikan aturan meskipun telah terbiasa menjalankan tugas.

 

“Sehebat apa pun prosedurnya, tetap membutuhkan petugas yang berintegritas. Karena itu, disiplin, kejujuran dan tanggung jawab harus menjadi bagian dari pelaksanaan tugas sehari-hari,” katanya.

 

Ia juga mengingatkan bahwa ketegasan dalam menjaga keamanan harus dilakukan secara profesional dan tanpa kekerasan. Menurutnya, kondisi rutan yang aman dan tertib menjadi fondasi agar pembinaan warga binaan serta pelayanan kepada masyarakat berjalan optimal.

 

“Ketegasan bukan berarti menggunakan kekerasan. Pengamanan harus tetap dilakukan secara profesional, proporsional dan manusiawi,” katanya.

 

Penguatan pengawasan tersebut diharapkan tidak hanya menjaga kondisi internal rutan, tetapi juga memberikan rasa aman bagi warga binaan, keluarga yang berkunjung, dan masyarakat yang menggunakan layanan pemasyarakatan.

 

Andra menegaskan, Rutan Kelas I Surabaya akan terus mengevaluasi sistem pengamanan, memperketat pemeriksaan, memperbaiki koordinasi antarpiket, dan memperkuat integritas petugas.

 

“Kami akan terus melakukan evaluasi dan penguatan. Setiap celah harus diminimalkan dan setiap petugas harus memahami bahwa keamanan merupakan tanggung jawab bersama,” katanya.