Profauna Minta Polda Jatim Telusuri Asal Usul Komodo

Dyah Ayu Pitaloka

Rabu, 27 Maret 2019 - 15:05

JATIMNET.COM, Surabaya –  Lembaga Perlindungan Hutan dan Satwa Liar Profauna Indonesia meminta Polda Jawa Timur menyelidiki asal komodo anakan yang dijual oleh komplotan pedagang satwa online. Profauna menduga komodo bisa berasal dari Kebun Binatang dan Taman Nasional.

Ketua Profauna Rosek Nursahid mengatakan, komodo adalah satwa langka yang secara alami hanya tinggal di Nusa Tenggara Timur.  Biawak yang dilindungi oleh undang-undang itu dikenal sebagai satwa endemik sejumlah tempat di NTT. Sehingga, tak banyak tempat bagi komodo selain di luar habitat alamnya atau di dalam lembaga konservasi.

“Kalau itu satwa komodo yang secara alami hanya ada di NTT, ada beberapa kemungkinan yang harus diselidiki lebih lanjut oleh polisi,” kata Rosek pada Jatimnet.com, Rabu 27 Maret 2019.

BACA JUGA: Polda Jatim Gagalkan Perdagangan 41 Ekor Komodo

Rosek menyebut, polisi harus menyelidiki kemungkinan komodo berasal dari kebun binatang, atau taman nasional. Penyelidikan kebun binatang dan taman nasional perlu dilakukan, sebab komodo hanya boleh disimpan di dua tempat tersebut di luar daerah asalnya.

“Faktanya, yang punya stok komodo itu adalah kebun binatang atau taman satwa, dan Taman Nasional Komodo. Nah, dari dua sumber itu yang harus ditelusuri,” katanya.

Namun, di antara dua sumber itu, Rosek menyebut, Kebun Binatang atau Taman Satwa memiliki sistem pengamanan yang lebih longgar, dibandingkan taman nasional dengan pengamanan yang ketat dan berlapis.

BACA JUGA: KBS Tetaskan 74 Ekor Anakan Komodo

Kebun Binatang Surabaya misalnya, di tahun 2011 pernah dibobol maling, dan menyebabkan beberapa anakan komodo raib. Menurutnya, anakan komodo banyak dijual belikan, seperti juga satwa eksotis lainnya, seperti burung kakatua, rangkong, dan orangutan.

“Anakan komodo lebih disukai, karena memelihara komodo dewasa lebih sulit,” katanya.

Dugaan keterlibatan kebun binatang dalam penjualan satwa ilegal, menurutnya mencuat di masa lalu. Meskipun, kabar itu dibantah oleh lembaga konservasi satwa.

BACA JUGA: Polres Banyuwangi Gagalkan Pengiriman Satwa Dilindungi

Rosek mengingat, polisi sempat menangkap penjual singa di Jakarta. Dalam pemeriksaan, tersangka mengaku singanya berasal dari Taman Safari Indonesia (TSI).

“Saya lupa tahunnya. Tapi TSI membantah (keterangan tersangka), dengan dalih bahwa satwanya dicuri ,” kata Rosek.

Sebelumnya, Polda Jawa Timur menangkap komplotan penjual satwa langka yang berasal dari Jawa Timur, dan menyita 41 komodo. Seekor komodo dijual hingga Rp 500 juta. Penjual satwa menawarkan koleksinya di media sosial.

Baca Juga

loading...