Polda Jatim Gagalkan Perdagangan 41 Ekor Komodo

M. Khaesar Januar Utomo

Rabu, 27 Maret 2019 - 12:01

JATIMNET.COM, Surabaya – Subdit IV Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Polda Jatim menggagalkan perdagangan satwa langka yang dilindungi seperti komodo, trenggiling, lutung jawa, dan kucing hutan. Delapan orang tersangka dari berbagai daerah di Jawa Timur dan Jawa Tengah turut ditangkap dalam pengungkapan kasus ini.

“Mereka memperdagangkan hewan langka itu melalui media sosial," kata Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Frans Barung Mangera, Rabu 27 Maret 2019.

BACA JUGA: Profauna Minta Polda Jatim Telusuri Asal Usul Komodo

Delapan pedagang satwa langka yang ditangkap adalah MRSL (24) warga Surabaya, AN (32) warga Surabaya, VS (32) warga Surabaya, AW (35) warga Semarang, RR (32) warga Surabaya, MR (30) warga Jember, BPH (22) warga Bodowoso dan DD (26) warga Bondowoso.

“Mereka ini masuk jaringan penjual satwa langka yang mengirimkan satwa langka ke luar negeri,” kata Barung.

PERDAGANGAN SATWA. Polda Jatim membongkar jaringan perdagangan satwa dilindungi yang beroperasi sejak 2016. Foto: Khaesar Glewo

Direktur Ditreskrimsus Polda Jatim Kombes Pol Akhmad Yusep Gunawan menambahkan, komplotan ini merupakan satu jaringan yang memperdagangkan satwa langka mulai 2016.

Tak hanya di dalam negeri, perdagangan jaringan ini juga menyasar ke beberapa negara di Asia. "Melalui jalur Singapura mereka memperdagangkan satwa langka," kata Yusep.

BACA JUGA: Polres Banyuwangi Gagalkan Pengiriman Satwa Dilindungi

Dari penangkapan ini, Polisi menyita 41 ekor komodo yang didapatkan mereka dari alam liar. Komodo dijual dengan harga Rp 500 juta per ekor. Selain satwa yang masih hidup, jaringan ini juga menjual satwa langka yang telah diawetkan.

Polisi menjerat pelaku dengan Undang undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya pasal 40 ayat (2), Pasal 21 ayat (2) huruf a, pasal 21 ayat (2) huruf b, dan pasal 21 ayat (2) huruf d. "Ancaman hukuman lima tahun penjara," ucap Yusep.

Baca Juga

loading...