PPDB Zonasi Pakai Google Maps, Pemeriksaan Alamat Memakan Waktu

Khoirotul Lathifiyah

Jumat, 31 Mei 2019 - 15:17

JATIMNET.COM, Surabaya - Penerapan Peneriman Peserta Didik Baru (PPDB) sistem zonasi memberikan tantangan baru untuk wali murid maupun guru.

Prosedur pengambilan PIN dan menentukan titik tempat tinggal (maping) yang menggunakan Google Maps untuk calon siswa, mengalami kendala.

Calon peserta didik baru warga Jalan Dukuh Menanggal 10 nomor 53, Friska Aryanti, mengaku membutuhkan waktu 10 menit untuk menentukan alamatnya.

Hal ini karena alamatnya tidak ditemukan di Google Maps.

BACA JUGA: PPDB Zonasi, Wali Murid Bingung Soal Transparansi Kuota PIN

"Jadi nomor rumah saya 53, tapi adanya di nomor 67, jadi yaudah menebak dan memperkirakan rumahnya. soalnya ternyata semua di wilayah rumah saya terdeteksi nomor 67," kata dia.

Kendala ini diakui oleh Wakil Kepala Sekolah Bagian Kesiswaan SMAN 15 Surabaya Zainal Arifin. Ia juga menemukan, alamat yang tertera dalam Kartu Keluarga calon peserta tidak sesuai dengan pencarian alamat di Google Maps

Ketidaksesuaian tersebut yang membuat proses penentuan tempat tinggal siswa berlangsung lama.

Dengan kendala tersebut, SMAN 15 Surabaya hanya menerima sebanyak 300 sampai 400 antrean calon peserta. 

BACA JUGA: Pembagian Zonasi Diserahkan ke Cabang Dinas dan MKKS

"Jadi tadi itu ada alamatnya itu mendeteksi makam, jadi kadang alamatnya tidak bisa dijangkau oleh google maps," katanya saat diwawancarai di ruangannya, Jumat 31 Mei 2019.

Ia menjelaskan, jika menemukan permasalahan tersebut, wali murid atau calon siswa akan ditanya kepastian rumahnya.

Sehingga, nantinya terdapat kesepakatan antara keduanya, untuk menentukan titik tempat tinggalnya.

Sekolah berpatokan pada lingkungan sekitar alamat. Jika menemukan kesamaan wilayah, maka tempat tersebut dijadikan titik tempat tinggalnya.

BACA JUGA: Tak Dilibatkan Bahas Juknis PPDB, Wali Murid Ancam Aksi

"Selain itu, ada masalah nilai yang tidak seuai dengan di sistem, jadi nilai bahasa indonesia dan matematika tertukar, nah ini juga kendalanya," kata Arifin.

Namun, proses maping akan ditunda, jika menemukan perbedaan nilai dalam sistem dengan hasil yang dibawa siswa. Proses akan dilanjutkan setelah mendapatkan konfirmasi dari yang berwenang.

Ia juga menyampaikan, akan membuka pendaftaran hingga besok Sabtu 1 Juni 2019.

Hal tersebut karena melihat animo pendaftar sangat banyak, dan tidak mendapat nomor antrean maupun PIN, pada hari Jumat ini.

BACA JUGA: DPRD Kota Malang Minta Pagu PPDB Ditambah

"Tapi peru diketahui, untuk memperoleh PIN  bisa di semua sekolah SMA/SMK Negeri di Jawa Timur," kata dia. 

Pengambilan PIN bisa di sekolah manapun, karena menggunakan sistem online.

Ia mengingatkan kepada wali murid dan calon peserta, untuk membawa persyaratan secara lengkap untuk pengambilan PIN. Sehingga proses selanjutnya bisa berjalan dengan lancar.

Baca Juga

loading...