DPRD Kota Malang Minta Pagu PPDB Ditambah

Rochman Arief

Kamis, 23 Mei 2019 - 22:49

JATIMNET.COM Malang – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Malang meminta pemkot menambah pagu Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) untuk tingkat Sekolah Menengah Pertama Negeri yang mulai menggunakan sistem zonasi.

Ketua DPRD Kota Malang Bambang Heri Susanto mengatakan bahwa jumlah lulusan Sekolah Dasar (SD) yang ada di Kota Malang dinilai melebihi daya tampung SMP Negeri yang ada. Sehingga, banyak lulusan SD tersebut harus bersekolah di SMP swasta.

“Harus ditambah pagunya, itu solusi jangka pendek. Jika tidak, akan banyak siswa yang tidak bisa bersekolah," kata Bambang, di Gedung DPRD Kota Malang, Kamis, 23 Mei 2019.

Berdasarkan catatan, jumlah lulusan SD di Kota Malang lebih dari 14 ribu siswa. Sementara jumlah SMP Negeri yang ada hanya 27 sekolah, dengan daya tampung hanya berkisar pada angka 6.000 siswa.

BACA JUGA: Pemkot Surabaya Terapkan Permendikbud 51/2018 dengan Modifikasi

Dengan kondisi tersebut, ada kurang lebih sebanyak 7.000 anak yang harus bersekolah di SMP swasta. Namun, tidak semua orang tua siswa berkeinginan menyekolahkan anaknya di sekolah swasta karena alasan tingginya biaya yang harus dikeluarkan.

“Saat harus masuk sekolah swasta, itu cenderung membutuhkan biaya yang lebih besar,” kata Bambang.

Meskipun daya tampung SMP Negeri di Kota Malang terbatas, jika ditambah dengan SMP swasta yang ada, Dinas Pendidikan Kota Malang menyatakan bahwa seluruh lulusan SD yang ada bisa tertampung.

Namun, jumlah biaya yang harus ditanggung orang tua murid saat menyekolahkan anaknya di sekolah swasta terbilang cukup tinggi. Salah satu SMP swasta di kawasan Jalan Bogor, Kota Malang, mematok besaran biaya yang harus dikeluarkan orang tua siswa mencapai Rp 7,5 juta.

BACA JUGA: PPDB 2019 Menjadi Jalan Tengah Penerimaan Siswa Baru

Pada pelaksanaan PPDB menggunakan sistem zonasi kali ini, beberapa masalah muncul dan menyebabkan wali murid kebingungan karena anak mereka tidak diterima di sekolah negeri yang lokasinya berdekatan dengan rumah mereka.

Berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 51 Tahun 2018, diatur PPDB melalui sistem zonasi. Seleksi calon peserta didik baru tingkat SMP, dilakukan dengan memprioritaskan jarak tempat tinggal terdekat ke sekolah dalam zonasi yang ditetapkan.

“Jangan sampai warga Kota Malang ada yang tidak bisa bersekolah. Kepala Dinas Pendidikan harus memberikan solusi kepada masyarakat, meski saat ini harus menunggu dari Wali Kota Malang,” tutup Bambang. (ant)

Baca Juga

loading...