Pemkot Surabaya Terapkan Permendikbud 51/2018 dengan Modifikasi

Khoirotul Lathifiyah

Rabu, 8 Mei 2019 - 21:21

JATIMNET.COM, Surabaya – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melakukan modifikasi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) sistem zonasi tahun ajaran 2019/2020. Penerapan ini telah dikonfirmasikan kepada Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dalam bentuk surat beberapa waktu lalu.

“Kami sepenuhnya menerapkan sistem zonasi sesuai aturan Permendikbud Nomor 51/2018, di dalam permendikbud itu sama dengan sistem yang diterapkan Kota Surabaya,” kata Kepala Dinas Pendidikan Surabaya Ikhsan kepada wartawan di Kantor Humas Pemkot Surabaya, Rabu 8 Mei 2019.

Untuk tahap awal, lanjut Ikhsan, semua peserta didik dapat mendaftar ke sekolah di luar zonasi berdasarkan rumah tinggalnya.

BACA JUGA: Minta Revisi PPDB Zonasi, Risma Kirim Surat ke Kemendikbud

Ikhsan mengungkapkan setelah peserta didik tidak lolos pada tes sekolah pilihannya, ia harus mendaftar di sekolah yang sesuai dengan zonasi. “Namun dalam teknisnya untuk PPDB akan dilakukan pada siswa inklusi, mitra keluarga dan siswa berprestasi,” kata dia.

Ia menyampaikan pihaknya telah menyiapkam pemerataan di lima wilayah yang meliputi wilayah Timur, Barat, Tengah, Selatan dan Utara dengan 11 sekolah dengan kualitas terbaik. Sekolah tersebut merupakan sekolah kawasan terbaik di Kota Surabaya yang dijadikan sebagai sekolah khusus.

“Ketika siswa mendaftar akan ada lima sekolah pilihan dan bisa dipilih dua, karena setiap wilayah banyak pilihan sekolah. Semua siswa yang akan mendaftar bisa berdasarkan nilai, jadi setiap mata pelajaran kan ada rata-ratanya. Terus nanti bisa ikut Tes Potensi Akademik (TPA). Apabila tidak lolos bisa daftar ke zonasi,” kata Ikhsan.

Selama ini pemkot juga sudah mengembangkan sarana dan prasarana sekolah serta memberikan pelatihan pada guru untuk pemerataan dan kualitas per wilayah, Ikhsan menjelaskan.

BACA JUGA: DPRD Surabaya Minta Sistem Zonasi Diikuti Pemerataan Kualitas Guru

Dengan adanya upaya pengadaan sekolah kawasan diharapkan pelajar Surabaya bisa berproses di zonanya masing-masing.

Ia juga menjelaskan sekolah kawasan yang menjadi sekolah khusus akan menjadi acuan standar bagi sekolah negeri dan swasta di sekitarnya. Sehingga, seluruh sekolah akan melakukan percepatan dalam meningkatkan kualitas sekolah.

Ikhsan menegaskan bahwa sistem PPDB di Surabaya akan tetap berpedoman pada Permendikbud Nomor 51 Tahun 2018. Tahapan PPDB Kota Surabaya dimulai jalur inklusi dan mitra warga, selanjutnya jalur sekolah khusus.

“Jadi siswa bisa memilih dua sekolah, satu di dalam zona dan satunya di luar zona. Tahap terakhir adalah jalur zonasi,”kata dia.

Baca Juga

loading...