Kamis, 14 July 2022 01:00 UTC
Pabrik Petrokimia Gresik yang memproduksi varian pupuk terbesar di Indonesia. Foto: Petrokimia Gresik
JATIMNET.COM, Gresik - Petrokimia Gresik (PG) telah menyiapkan enam strategi ekspansi bisnis sebagai upaya menjaga sustainability perusahaan, kemajuan pertanian, serta memperkuat industri kimia nasional.
Capaian PG telah melakukan perjalanannya menaklukkan berbagai tantangan dan bertransformasi perusahaan Solusi Agroindustri, memproduksi varian pupuk terlengkap di Indonesia, bahkan Asia Tenggara.
Direktur Utama PG, Dwi Satriyo Annurogo menyebut, tema HUT tahun ini “Beyond Infinity” artinya semangat melampaui batas-batas yang ada, menjadikan perusahaan sebagai centra petrochemical industry di masa mendatang.
“Kita tidak boleh berpuas diri, karena tantangan dan perubahan adalah hal yang mutlak. Petrokimia Gresik memiliki strategi untuk terus melakukan inovasi dan transformasi memenangkan masa depan,” rilisnya, Rabu 23 Juli 2022.
Baca Juga: Bantu Pemasaran Produk UMKM, Petrokimia Gelar Mangga Hybrid Expo
Strategi pertama, lanjut Dwi, menjaga pasokan NPK di Indonesia adalah dengan menjajaki pembangunan pabrik NPK di Yordania bersama holding Pupuk Indonesia, untuk mendekatkan pabrik NPK dengan sumber bahan baku.
Strategi kedua dan ketiga, peningkatan produktivitas NPK nasional dengan melakukan konversi pabrik, dari pabrik pupuk Fosfat menjadi pabrik NPK Phonska V, serta mempersiapkan pendirian pabrik baru NPK Phonska VI.
Ketiga strategis tersebut tidak hanya mengamankan produktivitas NPK nasional, juga memperkuat posisi Petrokimia Gresik sebagai produsen NPK terbesar di Indonesia, bahkan Asia.
"Sehingga kesempatan untuk ekspansi pasar internasional semakin terbuka lebar, tentunya setelah memenuhi kebutuhan pupuk di dalam negeri,” tandas Dwi Satriyo.
Baca Juga: RS Petrokimia Gresik Hadirkan Klinik Fertilitas, Atasi Gangguan Reproduksi
Keempat, melakukan penjajakan mendapatkan suplai gas baru dari Utara Pulau Jawa, pasokan gas ini rencananya dimanfaatkan untuk pengembangan pabrik Amoniak-Urea (Amurea) III atau pengembangan lainnya.
“Jika Petrokimia Gresik berhasil memperoleh pasokan gas yang baru, perusahaan dapat meningkatkan produktivitas pupuk Urea melalui pengembangan pabrik Amurea III. Sehingga menjadi leader di pasar NPK dan Urea,” ujarnya.
Strategi kelima, mendorong kemajuan industri kimia nasional, membangun pabrik Soda Ash berkapasitas 300.000 ton per tahun, memanfaatkan produk hilir dari pabrik Amoniak-Urea berupa CO2 diolah jadi bahan baku Soda Ash.
“Nantinya ini akan menjadi produk Soda Ash pertama buatan dalam negeri untuk membantu mengurangi ketergantungan impor Soda Ash yang mencapai satu juta ton per tahun,” tandas Dwi Satriyo.
Baca Juga: Digital Learning Center Petrokimia Gresik Ciptakan SDM Unggul
Seperti diketahui, kebutuhan Soda Ash nasional sangat tinggi sebagai tumpuan bahan baku berbagai produk untuk sehari-hari, seperti sabun, deterjen, kertas, tekstil, keramik, gelas, kaca dan lain sebagainya.
Selanjutnya, strategi keenam, upaya Petrokimia Gresik melakukan scale up pabrik Green Surfactant dan mendapatkan sambutan baik dari industri minyak dan gas setelah dipasarkan pada 2021 kemarin.
Sementara Green Surfactant Petrokimia Gresik, menjadi produk surfaktan pertama buatan dalam negeri, menggantikan penggunaan surfaktan berbasis hydrocarbon, sehingga lebih ramah lingkungan.
Produk ini berfungsi untuk meningkatkan produktivitas sumur minyak bumi, bahkan mampu mengeluarkan minyak mentah dari lapangan atau sumur minyak tua yang tidak berproduksi lagi.
“Ini membuktikan Petrokimia Gresik tidak hanya unggul dalam produk pupuk saja, juga produk lainnya yang dapat memperkuat struktur industri kimia nasional. Ini yang menjadi arah masa depan Petrokimia Gresik,” tukasnya.
