Musisi Jalanan Tolak RUU Permusikan

Khoirotul Lathifiyah

Selasa, 12 Februari 2019 - 18:43

JATIMNET.COM, Surabaya - Belasan pegiat musik jalanan yang tergabung dalam Rakyat Jelata Community (RJC) melakukan aksi unjuk rasa di depan gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Surabaya, Selasa 12 Februari 2019.

Mereka menolak RUU Permusikan yang saat ini sedang digodok oleh Pemerintah dan DPR.

"Kami minta agar RUU itu dikaji dulu sebelum disahkan, karena banyak persoalan yang merugikan para pegiat seni dengan mempersempit ruang gerak para musisi dan seniman untuk berkarya" tegas Kiki Kurniawan koordinator aksi di depan gedung DPRD Surabaya.

BACA JUGA: Musisi Surabaya Tolak RUU Permusikan

Para pengunjuk rasa ini juga menyinggung soal perda larangan mengamen di Surabaya. Menurut Kiki, mengamen itu tidak selamanya buruk. "RJC adalah komunitas yang bergerak di bidang sosial. Kami mengamen hasilnya untuk membantu anak-anak jalanan, diantaranya untuk kebutuhan mereka bersekolah" ujarnya.

Kiki menggaris bawahi masih banyak program pemerintah yang belum menyentuh kesejahteraan masyarakat menengah bawah. Sedangkan apa yang dilakukan RJC berupaya untuk membantu agar pemerintah mengayomi kelas menengah bawah.

BACA JUGA: Terusik Beleid Musik

Kiki berharap pemerintah kota Surabaya mempunyai solusi, tidak hanya melarang mengamen melalui perda. "Dan jika ada, harus diterapkan dengan baik dan adil," katanya.

Sementara itu, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini saat dikonfirmasi di kediamannya menyampaikan bahwa pemkot memang melarang pengamen yang berada di tepi jalan. Namun, pemkot memberikan solusi kepada pengamen untuk mendaftarkan diri ke Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Surabaya.

BACA JUGA: Pernyataan KPI dan Petisi Tolak RUU Permusikan

Jika sudah terdaftar di pemkot, akan dilotre nanti untuk mengamen di taman-taman yang ada di Surabaya. "Nah pengamen ini juga nantinya akan dibayar sama pemkot," katanya.

Risma mengatakan pendataan ini penting dilakukan agar tercipta rasa aman dan ada pemerataan pendapatan untuk para pengamen.

Selain itu, ia mengatakan, pendataan ini dalam rangka melindungi para pengamen Surabaya, karena pengamen pendatang tidak boleh mengamen di wilayah Surabaya.

Baca Juga

loading...