Mendagri Minta Tim Pemantauan Pemilu Deteksi Serangan Fajar

David Priyasidharta

Kamis, 11 April 2019 - 15:33

JATIMNET.COM, Jakarta - Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo memprediksi kemungkinan adanya serangan fajar pada hari yang mendekati waktu pencoblosan suara pada Pemilu Serentak 2019. Karena itu dia meminta Tim Pemantauan Pemilu untuk mendeteksi kemungkinan itu.

Hal ini dikatakannya saat memberikan pembekalan pada Tim Kementerian Dalam Negeri Pemantau Pemilu Serentak tahun 2019 di Sasana Bhakti Praja Gedung C Kemendagri, Jakarta Pusat, Kamis 11 April 2019.

BACA JUGA: Kemenko Polhukam Sebut Ada Opini Chaos saat Pemungutan Suara

“Gerakan serangan fajar dan politik uang segera hindari dan deteksi karena ini merupakan racun demokrasi yang sangat berbahaya yang dapat mengganggu proses konsolidasi demokrasi kita ke depan,” tegas Tjahjo dalam laman Kementerian Dalam Negeri.

Racun demokrasi merupakan istilah yang kerap digaungkan Tjahjo sebagai bentuk perlawanan dan pelabelan negatif atas hal-hal yang dapat mengganggu terselenggaranya proses demokrasi melalui Pemilu Serentak 2019 serta dapat memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.

Tjahjo mengatakan racun atau virus tersebut bisa hoaks, fitnah, kampanye yang berujar kebencian, kampanye dengan menggunakan Isu suku, agama, ras, dan antargolongan atau SARA, serta politik uang atau yang dikenal dengan serangan fajar yang kerap terjadi di masa mendekati waktu pencoblosan surat suara.

BACA JUGA: Jaga Kondusifitas TPS, Kemendagri Libatkan Jutaan Linmas

Dalam kesempatan yang sama, Tjahjo juga mengkritisi masa kampanye yang dinilai terlalu lama sehingga diperlukan pengawasan yang ketat dan serius agar tidak ada hal-hal yang dapat mencederai proses demokrasi.

“Jadwal kampanye yang cukup panjang ini saya harap bisa dibahas dan dievaluasi ke depan agar Pemilu 2024 bisa lebih efektif, efisien untuk mewujudkan sistem Presidensil dan terpilih pemimpin yang amanah,” ujarnya.

Baca Juga

loading...