Kemenko Polhukam Sebut Ada Opini Chaos saat Pemungutan Suara

David Priyasidharta

Jumat, 5 April 2019 - 11:19

JATIMNET.COM, Jakarta - Sesmenko Polhukam Letjen TNI Agus Surya Bakti mengatakan tahapan Pemilu Serentak Tahun 2019 tengah menghadapi banyak sekali kerawanan dan tantangan baik yang datang dari dalam maupun dari luar. Kerawanan dari dalam meliputi aspek Penyelenggara Pemilu dengan segala pendukungnya.

Sedangkan, kerawanan dari luar dalam bentuk berkembangnya hoaks, ujaran kebencian (hate speech) maupun menonjolnya politik identitas bermuatan SARA yang disebarkan secara massif oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab.

Tujuannya menimbulkan keresahan dan ketidakpercayaan masyarakat kepada Pemerintah dan Penyelenggara Pemilu.

BACA JUGA: Masa Kampanye Pemilu 2019 Dinilai Terlalu Panjang

“Karena terlalu banyaknya hoaks yang disebarkan terutama melalui media sosial telah menimbulkan keresahan dan ketakutan ditengah masyarakat," katanya dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Kesiapan Akhir Penyelengaraan Pemilu Serentak Tahun 2019, Kamis 4 April 2019.

Bahkan, kata Agus, muncul opini seolah-olah pada saat “hari H” pemungutan suara akan terjadi chaos dan kerusuhan massal. "Padahal situasi keamanan negara kita sangat stabil,” ungkapnya dalam laman Kemenko Polhukam.

BACA JUGA: Panglima TNI Jamin Pemilu Aman

Agus mengungkapkan bahwa Menko Polhukam telah menyampaikan agar para penyebar hoaks yang menimbulkan keresahan dan ketakutan di tengah-tengah masyarakat sebaiknya dijerat dengan Undang-undang terorisme.

“Pendapat tersebut telah menimbulkan pro dan kontra di tengah-tengah masyarakat. Terlepas dari situasi tersebut, sejatinya hal itu disampaikan beliau semata-mata karena rasa cinta kepada tanah air yang sangat mendalam,” ungkapnya.

Hadir sebagai narasumber dalam Rakor tersebut antara lain Dirjen Dukcapil Kemendagri, Dirjen Polpum Kemendagri, Ketua KPU, Ketua Bawaslu, dan Direktur Perludem.

Baca Juga

loading...