Masa Kampanye Pemilu 2019 Dinilai Terlalu Panjang

Baehaqi Almutoif

Selasa, 2 April 2019 - 18:41

JATIMNET.COM, Surabaya - Masa kampanye pemilihan umum (Pemilu) 2019 dianggap terlalu lama, sehingga membuat iklim politik memanas beberapa bulan terakhir. Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo berharap masa kampanya di Pemilu 2019 selanjutnya bisa lebih singkat.

"Mudah-mudahan Pemilu 2024 bisa dipersingkat. Usulan kami sebulan sudah cukup," ujar Tjahjo Kumolo saat berada di Surabaya, Selasa 2 April 2019.

BACA JUGA: Tjahjo Kumolo Tantang BPN Buktikan Ketidaknetralannya

Kendati demikian, ia mengaku belum menyampaikan usulan itu ke Komisi Pemilihan Umum (KPU). Tjahjo memilih tahapan pemilu yang telah berjalan saat ini agar selesai terlebih dahulu. Baru setelah semua berjalan dan terpilih anggota DPR RI yang baru, usulan tersebut disampaikan.

"Toh juga semuanya sudah berlajalan lancar, tidak ada halangan. Soal ada hal negatif dari kampanye yang berujar kebencian dan fitnah mari kita sama-sama ingatkan," urainya.

Menteri kelahiran Surakarta ini mengingatkan kepada kedua pasangan calon pendukung capres dan cawapres tidak lagi menebarkan racun demokrasi dengan hoaks dan fitnah. Kampanye merupakan adu program dan konsep.

BACA JUGA: Mendagri Bolehkan Kepala Daerah Terlibat Pemilu 2019

Terpenting, lanjutnya, semua pihak harus menjaga kerukunan dan persatuan. "Ini kan memilih pemimpin yang amanah. Jangan diganggu pemilih dengan berbagai provokasi yang tidak sehat serta membahayakan," tuturnya.

Tjahjo juga mengingatkan kepala daerah agar tidak terlibat kampanye politik tanpa mengajukan cuti terlebih dahulu. Kecuali kepala daerah tersebut melakukannya di Sabtu dan Minggu. Di luar akhir pekan harus mengajukan cuti sesuai aturan yang ada.

"Soal dia pada saat cuti, mau kampanye silakan. Tapi tidak boleh pakai mobil dinas, pakai aset daerah, tidak boleh pakai pengawal resmi. Netralitas harus tetap dijaga," kata Tjahjo.

Baca Juga

loading...