Rabu, 29 July 2026 09:51 UTC

Wahyuni Intan (35), warga Kecamatan Kademangan, yang menjadi korban begal saat dalam perjalanan pulang usai bekerja sebagai karyawan katering pada Rabu dini hari, 29 Juli 2026. Foto: Zulafif
JATIMNET.COM, Probolinggo – Aksi begal kembali meresahkan warga Kota Probolinggo. Seorang perempuan bernama Wahyuni Intan (35), warga Kelurahan Ketapang, Kecamatan Kademangan, menjadi korban perampasan saat dalam perjalanan pulang usai bekerja sebagai karyawan katering pada Rabu dini hari, 29 Juli 2026.
Dalam aksi tersebut, dua pelaku yang mengendarai sepeda motor berhasil membawa kabur sepeda motor dan tas milik korban. Keduanya juga diduga mengancam korban menggunakan senjata tajam jenis celurit sebelum melarikan diri.
Peristiwa itu terjadi di Jalan KH Abdurrahman Wahid, sekitar 500 meter dari rumah korban. Saat mengendarai sepeda motor Honda Beat menuju rumah, Wahyuni tiba-tiba dipepet oleh dua pria yang berboncengan menggunakan sepeda motor sejenis.
Kedua pelaku berusaha menghentikan laju kendaraan korban. Namun, Wahyuni memilih tetap melanjutkan perjalanan karena merasa keselamatannya terancam.
BACA: Komplotan Curanmor Probolinggo Dibekuk, Aksi Begal Ikut Terbongkar
Bukannya menghentikan aksi, para pelaku justru terus mengejar korban. Salah seorang pelaku kemudian mengayunkan celurit untuk memotong tali tas yang dibawa Wahyuni.
Dalam kondisi panik, korban memutuskan meninggalkan sepeda motornya dan berlari menyelamatkan diri sambil berteriak meminta pertolongan.
Lokasi tempat pembegalan di Jalan KH Abdurrahman Wahid, Kecamatan Kademangan, Rabu dini hari, 29 Juli 2026. Foto: Zulafif
Teriakan tersebut didengar sejumlah santri Pondok Pesantren Riyadlus Sholihin, Kelurahan Ketapang, yang kemudian bergegas memberikan bantuan.
Mengetahui warga mulai berdatangan, kedua pelaku langsung melarikan diri dengan membawa sepeda motor korban beserta tas yang berisi telepon seluler dan uang tunai.
BACA: Dua Motor Raib dalam Aksi Begal di Pantura Probolinggo, Warga yang Hendak Menolong Ikut Dirampas
Akibat kejadian tersebut, korban diperkirakan mengalami kerugian sekitar Rp15 juta.
Wahyuni mengaku masih mengalami trauma karena para pelaku secara terang-terangan mengancamnya menggunakan senjata tajam.
"Saya benar-benar ketakutan. Mereka terus mengejar saya, lalu salah satunya mengeluarkan celurit dan memotong tali tas saya. Saya langsung lari minta tolong. Untung ada santri yang datang membantu. Semoga pelakunya segera ditangkap," ujar Wahyuni Intan.
Sementara itu, Kapolsek Kademangan Kompol Suharsono mengatakan polisi telah mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta mengumpulkan rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi.
BACA: Penjual Tempe di Probolinggo Jadi Korban Begal Bercelurit
"Kasus ini masih dalam penyelidikan. Kami sudah melakukan olah TKP dan mengumpulkan rekaman CCTV untuk mengidentifikasi pelaku. Kami juga meminta keterangan sejumlah saksi yang berada di sekitar lokasi," kata Suharsono.
Berdasarkan keterangan korban, kedua pelaku bertubuh besar, mengenakan pakaian serba hitam, memakai helm, serta menutupi wajah saat menjalankan aksinya.
Hingga kini, polisi masih memburu kedua pelaku. Masyarakat juga diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat berkendara seorang diri pada malam hingga dini hari.
