Cegah Kecurangan PPDB Jalur Mitra Warga, Pemkot Tertibkan KK

Khoirotul Lathifiyah

Kamis, 13 Juni 2019 - 17:46

JATIMNET.COM, surabaya - Pemerintah Kota (Pemkot) menemukan warga yang menumpang Kartu Keluarga (KK) dalam pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Mitra Warga jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) 2019. 

Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya Eri Cahyadi mengatakan, pihaknya telah melakukan pendataan ulang selama proses PPDB Mitra Warga, untuk mencegah kecurangan.

"Setelah adanya PPDB mitra warga ini, kami sudah kumpul dengan lurah, kecamatan, puskesmas, kominfo untuk melakukan pendataan ulang (warga miskin)," kata Eri saat diwawancarai di Kantor Bappeko, Kamis 13 Juni 2019.

Dari hasil pembahasan beberapa waktu lalu, Eri menyampaikan terdapat tumpang tindih data warga Kota Surabaya.

BACA JUGA: Dewan Pendidikan Surabaya Tolak Pendaftar dengan KK Luar Kota

Pihaknya menemukan kasus terdapat beberapa warga yang masih menumpang KK.

Padahal, kata dia, seharusnya jika dalam satu KK yang telah berkeluarga, seharusnya segera memisahkan diri dari KK awal.

Hal itu agar pemkot bisa mendata mana yang layak mendapakan intervensi, dan mana yang tidak.

"Saya mohon betul sama orang Surabaya kalau sudah tidak tinggal di sana jangan masukkan KK disitu. Jare wong sogeh katut miskin. Kedua, kalau sudah pindah jangan di situ," kata Eri.

BACA JUGA: Pemkot Surabaya Carikan Calon Siswa Melalui Jalur Mitra Warga

Ia meminta agar warga melakukan penertiban KK sesuai dengan domisilinya. Agar anggaran yang dikeluarkan pemkot untuk membantu warga miskin tidak mengalami lonjakan yang signifikan.

"Aturan (bantuan untuk) orang miskin kalau dalam satu keluarga itu ada yang mendapat intervensi semua tertarik," kata dia.

Ia mencontohkan, intervensi yang diberikan kepada warga Surabaya ini seperti layanan kesehatan BPJS.

Yakni, ketika kepala keluarga dalam KK mendapatkan bantuan, maka seluruh anggota yang masuk dalam KK akan mendapatkan bantuan secara otomatis. 

BACA JUGA: Pemkot Surabaya Terapkan Dua Sistem PPDB Zonasi

Eri juga menyampaikan terdapat dua kategori warga miskin di Kota Surabaya.

Pertama adalah orang miskin yang sudah tidak berpenghasilan, dan kedua adalah warga yang berpenghasilan rendah.

Baca Juga

loading...