Pemkot Surabaya Carikan Calon Siswa Melalui Jalur Mitra Warga

Khoirotul Lathifiyah

Selasa, 11 Juni 2019 - 19:18

JATIMNET.COM, Surabaya – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya akan memilihkan sekolah untuk peserta didik baru Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang terdaftar dalam program mitra warga. Sehingga peserta didik baru tidak perlu ikut seleksi pendaftaran pada zona khusus (PPDB zonasi kawasan).

“Mitra warga bisa langsung diterima meskipun tidak mendaftar. Dan sekolahnya bisa di negeri maupun swasta, karena menyesuaikan kedekatan tempat tinggal,” kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya Ikhsan kepada awak media di Kantor Humas Pemkot, Selasa 11 Juni 2019.

Metode pendaftaran sekolah melalui PPDB Zonasi ini telah diatur dalam Permendikbud Nomor 51/2018 yang mewajibkan penerimaan siswa baru melalui sistem zonasi pada tahun ajaran 2019/2020.

BACA JUGA: PPDB Zonasi, Wali Murid Bingung Soal Transparansi Kuota PIN

Ikhsan menyampaikan dalam teknisnya, pemilihan sekolah peserta mitra warga mengutamakan sistem zonasi. Jadi, peserta ditempatkan yang terdekat dengan rumah.

“Tapi jika dekat rumah sudah terpenuhi akan dicarikan sekolah yang terdekat dengan tempat tinggalnya,” kata dia.

Namun pemilihan sekolah ini juga menyesuaikan kuotanya. Sebab setiap sekolah memiliki daya tampung siswa yang berbeda-beda. Dengan demikian, pemkot akan menyesuaikan kuota sekolah di Kota Surabaya.

“Misal peserta mitra warga dekat sekolah A tapi kapasitanya sudah penuh, maka akan dicarikan ke sekolah B, jika terpenuhi juga akan diberikan ke sekolah C,” katanya.

BACA JUGA: Wali Murid di Surabaya Protes PPDB Sistem Zonasi

Ikhsan mengatakan dari kuota kategori umum sebanyak 90 persen PPDB tahun 2019, pihaknya tidak menetapkan atau membatasi kuota untuk mitra warga.

Hal tersebut karena kuota untuk peserta mitra warga menyesuaikan pola masyarakat di lapangan. Sehingga dari data mitra warga tahun 2018 sejumlah kurang lebih 14 ribu bisa naik, juga bisa turun.

Peserta yang memilih sekolah di luar ketetapan pemkot, akan gugur dalam program mitra warga. Jika seperti itu, lanjut Ikhsan, peserta didik baru bisa mengikuti seleksi sekolah pada zona khusus dan zona umum.

Perlu diketahui Dispendik Surabaya membagi tiga kelompok PPDB tahun ajaran 2019/2020. Kuota itu terdiri atas 90 persen masyarakat umum maupun mitra warga, lima persen mutasi tugas wali murid, dan lima persen jalur prestasi akademik maupun non akademik.

 

CATATAN: Redaksi telah mengubah judul

Baca Juga

loading...