Pemeriksaan histopat diperkirakan selesai pada 7 Mei 2019

Badak Jawa Jantan Manggala Mati di TN Ujung Kulon

David Priyasidharta

Rabu, 1 Mei 2019 - 08:41

JATIMNET.COM, Jakarta - Tim Rhino Health Unit (RHU) Balai Taman Nasional Ujung Kulon menemukan seekor badak jawa jantan mati di Blok Citadahan, wilayah kerja Resort Cibunar, Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) II Pulau Handeuleum, Banten, Kamis 21 Maret 2019.

Dalam siaran pers yang diterima Jatimnet.com, Selasa 30 April 2019, pada saat ditemukan, kondisi bangkai badak jawa masih utuh dan bercula yang berbentuk benjolan atau disebut cula batok, sehingga diperkirakan badak tersebut berusia remaja.

Kondisi bangkai badak masih segar dan diperkirakan mati kurang dari 12 jam. Berdasarkan hasil identifikasi dan pencocokan dengan database profil badak jawa, badak yang mati tersebut bernama Manggala dengan ID: 070-2017, dengan ukuran lebar tapak kaki 24-25 sentimeter.

BACA JUGA: Ini Tempat Terbaik Melihat Harimau Bebas Berkeliaran

Mendengar informasi kematian badak jawa tersebut, Sabtu 23 Maret 2019, Tim gabungan yang terdiri dari petugas TN Ujung Kulon, Rhino Protection Unit (RPU) YABI, WWF Ujung Kulon dan Fakultas Kedokteran Hewan IPB menindaklanjuti dengan melakukan pemeriksaan post mortem (pasca kematian) dan evakuasi bangkai badak.

Kondisi bangkai badak mulai membusuk, lidah membiru, dan bola mata menyembul. Berdasarkan hasil pemeriksaan post mortem tersebut kesimpulan awal kematian badak diduga bukan karena penyakit infeksius. Bangkai badak kemudian dikubur di dekat lokasi kematian.

Pada Senin 25 Maret 2019, tim gabungan kembali dari lapangan dengan membawa beberapa jenis sampel yang diambil dari bangkai badak untuk mengetahui penyebab kematian badak. Sampel tersebut kemudian dianalisis di Fakultas Kedokteran Hewan-IPB, LIPI dan Balai Penelitian Veteriner Bogor.

BACA JUGA: Burung Rangkong di Malang Selatan Semakin Langka

Jenis-jenis sampel yang diambil adalah esophagus, trachea, paru-paru, lambung, hati, usus halus, usus besar, otak, penis, epididymis, dan limpa.

Hasil analisis laboratorium nekropsi kematian badak jawa Manggala, saat ini masih dalam tahap akhir pembuatan sediaan histopat disebabkan jaringan sampel yang sulit dianalisis karena sudah tidak segar.

Pemeriksaan histopat diperkirakan selesai pada 7 Mei 2019. Terhadap specimen berupa cula, gigi taring (atas dan bawah), gigi menur, dan kuku disimpan di Kantor Balai Taman Nasional Ujung Kulon, Labuan.

BACA JUGA: Populasi Lutung Jawa di Malang Selatan Meningkat

Selanjutnya, pada 14 April 2019, tim gabungan melakukan pembongkaran kuburan badak jawa yang dilanjutkan dengan melakukan identifikasi tulang, memisahkan dan mencatat bagian-bagian tulang, merekap dan mendokumentasikan kegiatan, hingga mengangkut tulang belulang ke laboratorium anatomi, Fakultas Kedokteran Hewan IPB, untuk dilakukan analisis fisik tulang.

Dari hasil monitoring tahun 2018 tersebut jumlah populasi badak jawa di TN Ujung Kulon minimal sebanyak 69 individu.

Dengan ditemukannya kematian badak jawa pada tanggal 21 Maret 2019, maka populasi badak jawa di TN Ujung Kulon pada tahun 2019 adalah 68 individu, dengan struktur umur 57 individu badak dewasa dan 11 individu anak; dengan jenis kelamin 37 individu badak jantan dan 31 individu badak betina.

 

Baca Juga

loading...