JATIMNET.COM, Kathmandu – Populasi harimau diperkirakan tersisa 3.890 ekor di seluruh dunia. Tiga dari sembilan sub spesies harimau punah dalam satu abad terakhir, enam sisanya terancam punah. Beberapa di antaranya kritis yang disebabkan hilangnya habitat hingga perburuan ilegal.

Kabar baiknya, jumlah harimau Bengali dan Siberia meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Peningkatan populasi dua jenis harimau ini tidak lepas dari pemerintah dalam mendukung perbaikan infrastruktur di habitat utamanya.

BACA JUGA: Populasi Harimau Sumatera Tinggal Ratusan Ekor

Menyaksikan karnivora seperti harimau berkeliaran di alam liar bisa meningkatkan adrenalin. Pengalaman ini hanya didapat di sejumlah negara yang benar-benar memberi perlindungan terhadap predator ini.

Ini dia empat negara tempat untuk memyaksikan harimau berkeliaran seperti dikutip dari Lonelyplanet.com.

Madhya Pradesh, India

Madhya Pradesh juga disebut ‘Jantungnya India’ karena posisinya berada di tengah-tengah. Tempat ini dijadikan rumah bagi 70 persen harimau liar dunia, dengan populasi yang mencapai 2.226 berdasarkan sensus terakhir tahun 2014.

Umunya harimau bisa dilihat sepanjang tahun. Namun pada musim panas atau April hingga Mei, adalah waktu yang paling tepat untuk menyaksikan harimau bermalas-malasan di kubangan.

BACA JUGA: Daging Segar Jadi Kado Ultah Tiga Harimau Sumatera

Selain di Madhya Pradesh, Taman Nasional Kanha, Taman Nasional Ranthambore di Rajasthan dan Corbett Tiger Reserve di Uttarakhand tempat untuk melihat harimau berkeliaran.

Wistawan mendapat kesempatan menyaksikan satwa liar lainnya, seperti rusa sambar, rusa tutul maupun rusa rawa. Begitu juga dengan burung pemangsa seperti burung hantu dan elang, begitu juga gaur, lutung, hingga kera. Jika beruntung, seekor beruang malas atau kucing hutan bisa disaksikan di lokasi ini.

Bardia National Park, Nepal

Populasi harimau Bengali di Nepal telah meningkat dua kali lipat dalam satu dekade ini. Pemerintah Nepal berhasil menciptakan konservasi dengan leih dari 235 berkeliaran di lima taman nasional.

Dua di antaranya adalah Taman Nasional Chitwan dan Taman Nasional Bardia lokasinya di bagian barat laut. Nasional Bardia paling populer dan sedikit agak terpencil di negara tersebut. Namun di tempat ini ditemukan salah satu dari 80 harimau aneh.

Selain menyaksikan harimau berkeliaran, Di Taman Nasional Bardia tamu bisa menyaksikan badak bercula satu sedang bemalas-malasan di tepi sungai Girwa. Berang-berang, gajah liar, buaya, termasuk lima spesies rusa akan mengucapkan selamat datang.

Sundarbans, Bangladesh

Sundarbans adalah hutan bakau terbesar di dunia dan dianggap sebagai rumah bagi lebih dari 100 harimau Bengali. Memiliki puluhan pulau-pulau kecil yang kerap berkabut dengan akses jalan yang menyerupai labirin. Pasang-surut air menambah sensasi untuk menyaksikan haimau yang jarang terlihat di kawasan ini.

Pengalaman paling sensasional adalah makan dan tidur di atas kapal wisata. Pada siang hari akan diajak melacak harimau, baik berjalan kaki (didampingi penjaga hutan bersenjata) maupun dengan perahu kecil (di sepanjang saluran sungai yang sempit).

BACA JUGA: Penampakan Tiga Harimau Sumatra Bermain di Hutan

Pada musim dingin Oktober hingga Maret adalah waktu yang paling nyaman untuk melihat harimau berjemur di tepian sungai.

Sundarbans adalah rumah bagi banyak satwa liar seperti buaya air asin, babi hutan, lutung dan 260 spesies burung di kawasan ini.

Durminskoye, Rusia

Harimau Siberia atau Amur adalah spesies harimau terbesar dan paling terancam punah. Karnivora ini mudah ditemui di Rusia Timur maupun di Cina Utara.

Mamalia predator ini di ambang kepunahan pada 1940-an. Namun sub spesies diselamatkan ketika Rusia menjadi negara pertama di dunia yang memberikan perlindungan penuh harimau pada tahun 1965.

Saat ini populasi harimau Siberia diperkirakan berjumlah sekitar 540 ekor, namun, untuk menemukan seekor berkeliaran cukup sulit. Namun di tempat ini kerap terlihat Si Belang berjalan-jalan.